Artikel
MOVING CLASS
Tanggal : 13-11-2018 20:28, dibaca 1006 kali.MOVING CLASS
Oleh Lilis Susanah, S.Pd.
Apa itu Moving Class, dan Apa Kelebihan serta Kelemahannya?
Moving class atau kelas berpindah adalah suatu program yang mengharuskan siswa/mahasiswa untuk berpindah-pindah dari kelas yang satu ke kelas yang lainnya, contohnya pada sebuah SMP diadakan Moving Class, pada jam pertama dan kedua peserta didik belajar di ruangan IPA, kemudian pada jam ketiga dan keempat berganti dengan pelajaran IPS, maka ruangannya pun berpindah ke ruangan IPS, demikian seterusnya.
Sistem pembelajaran dengan menggunakan moving class seperti itu biasanya diterapkan di perguruan tinggi, namun seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi, maka dewasa ini di kota-kota besar di Indonesia sudah ada beberapa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) yg menerapkannya.
“Moving Class” atau kelas berpindah merupakan suatu sistem pembelajaran di mana setiap kelas ditetapkan sebagai tempat pembelajaran untuk mata ajar tertentu yang telah dilengkapi dengan sarana prasarana yang diperlukan dalam proses pembelajaran mata ajar tersebut.
Sistem moving class dapat membawa banyak dampak positif bagi perkembangan sekolah. Sistem pembelajaran dengan menggunakan moving class dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa, karena siswa harus mencari ruang kelasnya pada setiap pergantian pelajaran. Selain itu dapat melatih peserta didik dan guru untuk menggunakan waktu sebaik mungkin agar waktu pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.
Penerapan moving class, diharapkan dapat memperoleh suasana belajar yang terasa lebih nyaman dan kondusif karena selain didukung oleh fasilitas kelas yang memadai juga didukung oleh kesiapan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Selain itu dengan menerapkan sistem moving class, siswa tidak akan merasa jenuh untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, karena siswa tidak akan belajar di kelas yang sama untuk semua mata pelajaran. Siswa akan merasakan suasana yang berbeda untuk setiap mata pelajaran dan peserta didik akan lebih mudah menerima pelajaran karena di dalam kelas telah dilengkapi dengan fasilitas keilmuan yang sesuai dengan mata pelajaran.
Jika suatu sekolah ingin menerapkan KBM dengan sistem moving class maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Perencanaan moving class yang terdiri dari persiapan tenaga guru (team teaching) untuk masing-masing kelas dan mata pelajaran, persiapan sarana dan prasarana, persiapan kelengkapan administrasi kelas/rombongan belajar, dan persiapan pembiayaan.
2. Pengorganisasian moving class mengikuti struktur organisasi sekolah yaitu dengan tanggung jawab penuh dipegang oleh kepala sekolah c.q Wakil Kepala sekolah bidang sarana prasarana. Pekerjaan yang menjadi fokus moving class yaitu pembagian jam mengajar guru dan ketersediaan ruang, pekerjaan tersebut biasanya dikerjakan oleh koordinator program. Jadi tim yang bekerja yaitu koordinator program dan kepala sekolah.
3. Pelaksanaan moving class dilakukan setiap hari oleh siswa, dengan cara berpindah ruangan dari kelas yang satu ke kelas yang lain yang sesuai dengan jadwal mata pelajarannya sedangkan guru menunggu siswa di ruang masing-masing.
Guru mata pelajaran memiliki ruangan masing-masing. Jadi guru memiliki tanggung jawab penuh pada kelas mereka masing-masing. Ruang mata pelajaran didesain sesuai dengan mata pelajaran serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif bagi siswa. Guru menyusun mata pelajaran agar tidak bentrok dengan mata pelajaran lain, dan ini dilaksanakan setiap awal ajaran baru. Guru menyusun modul untuk pembelajarannya, modul disusun dalam bentuk penggalan-penggalan yang waktunya disusun dalam bentuk sistem kredit semester (SKS) sesuai yang diprogramkan dalam kurikulum.
4. Pengontrolan/evaluasi moving class dilakukan oleh Tim Pengembang Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dilakukan kurang lebih tiga bulan sekali. Dalam mengevaluasi sekolah yang dievaluasi sesuai dengan pemenuhan Sekolah.
Evaluasi setiap kelas juga dilaksanakan kepala sekolah dan koordinator sarana prasarana apabila ada kerusakan atau pemenuhan yang kurang, guru juga terlibat dalam hal ini.
5. Faktor pendukung moving class yaitu: biaya yang hemat karena sarana dan media pembelajarannya menyesuaikan dengan mata pelajaran di setiap ruangan, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan membuat siswa lebih fresh karena olahraga ringan yakni dengan cara berjalan berpindah-pindah kelas. Anak-anak menjadi lebih bertanggung jawab, lebih mandiri, dan tidak cepat bosan.
6. Jumlah tenaga pengajarnya harus cukup memadai/banyak (team teaching), sehingga tercipta kesiapan guru di kelas yang menjadikan guru lebih sungguh-sungguh dalam mengajar di kelas karena tidak harus berpindah-pindah ruangan, sehingga waktu menjadi lebih efektif..
Untuk itu, bagi sekolah yang berminat menerapkan sistem moving class, maka disarankan bagi kepala sekolah hendaknya lebih melakukan pengawasan terhadap proses manajemen moving class agar mengetahui hambatan apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaan moving class, dan bagi guru untuk lebih memaksimalkan lagi dalam hal pengelolaan kelasnya.
Demikian teman-teman pembahasan tentang Moving Class. Semoga bermanfaat...
Pengirim : Lilis Susanah, S.Pd.
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Pandemi Covis-19 Melanda Dunia
- Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
- Puisi Siswa
- Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
- LIMA TIGA MENUJU ADIWIYATA PROPINSI
Komentar :
Pengirim : AMIN -
[munfangatamin@gmail.com] Tanggal : 12/02/2019bisa minta file yang lain tentang moving klas terima ksih |
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online
Pengirim : AMIN -
[munfangatamin@gmail.com] Tanggal : 12/02/2019