Artikel
LIMA TIGA MENUJU ADIWIYATA PROPINSI
Tanggal : 19-10-2020 07:34, dibaca 1088 kali.
Gambar : kolam kecil teras belakang gedung utama
Sumber : Koleksi Pribadi
Pada Bulan Januari, SMPN 53 Bandung mendapat undangan sosialisasi dari DLHK yang pada saat itu diwakili oleh ketua Adiwiyata Sekolah. Berdasarkan sosialisasi tersebut SMPN 53 Bandung menjadi salah satu calon peserta Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi. Sebagai salah satu calon peserta Adiwiyata Tingkat Propinsi tentu menjadi tantangan bagi Saya selaku Kepala Sekolah yang baru untuk mendukung program tersebut. Setelah melakukan koordinasi dengan warga sekolah maka kami sepakat dan memutuskan untuk melanjutkan menjadi peserta sekolah adiwiyata tingkat propinsi.
Bagi Penulis yang pernah menjadi Ketua Adiwiyata di sekolah lama tempat bertugas dan mampu menghantarkan Sekolah lama tersebut menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional merupakan tantangan tersendiri. Minggu pertama menjadi Kepala Sekolah Di SMPN 53 langsung bergerak untuk membenahi yang perlu dibenahi dengan melibatkan seluruh stake holder yang ada di Sekolah. Bahkan kami pihak sekolah meminta bantaun Gober Keluarahan Pasir Impun untuk berpartisipasi membersihkan lahan dan tanah kosong yang tidak terurus. Pada dasarnya menjadi Sekolah Adiwiyata merupakan praktik baik agar warga sekolah peduli dan membiasakan diri menata lingkungan. Menjadi sekolah adiwiyata selain praktik baik dan dapat melakukan pembiasaan untuk membentuk nilai-nilai kehidupan khususnya nilai kepedulian berbudaya lingkungan sehingga dampaknya sekolah menjadi bersih tertata indah rapi aman dan nyaman
Upaya yang kami lakukan dimulai awal februari sampai dengan pertengahan Maret dengan melibatkan suluruh warga sekolah Guru, TAS dan Siswa untuk bergotong royong membenahi sekolah. Upaya tersebut antara lain :
- Penataan kembali lahan kosong bagian belakang yang awalnya merupakan gundukan tanah dan tidak berfungsi akhirnya bisa dijadikan lahan praktik baik siswa dan guru untuk menaman singkong, kacang kedelai, jagung, bayam dan pakcoy;
- Pertengahan Maret kami hanya melibatkan Guru, TAS dan Pesuruh yang melakukan piket kebersihan selain piket PJJ;
- Penataan lahan di depan gedung D ( saat itu untuk kelas VII ) dan belakang gedung C ( saat itu kelas VIII ) kami sulap menjadi lahan yang dapat ditanami Toga;
- Penataan samping gedung Utama atau gedung B yang merupakan tanah rawan longsor kami berusaha membuat benteng atau kirmir agar bisa menahan longsoran tersebut;
- Benteng bagian belakang gedung C dan benteng pagar sekolah yang catnya sudah kusam dan kotor kami sulap menjadi lukisan cantik Mural hasil karya siswa dan Guru;
- Revitalisasi ruangan Aula menjadi ruang Laboratorium IPA dan Perpustakaan;
- Membuat kolam kecil yang kami isi dengan ikan hias sebagai taman baca “JELITA” dan pojok baca bapa ibu guru SMPN 53 Bandung;
- Berusaha terus membenahi sekolah baik taman depan gedung utama, pemasangan westafel untuk cuci tangan dan pot kecil untuk handsanitizer yang tersedia tiap lantai gedung;
- Taman green house dengan memanfaatkan kirmir ke arah ruang perpustakaan;
- Ternak Lele dumbo di ember;
- Pengecatan gedung utama atau perkantoran menjadi bersih dan indah;
- Memfungsikan kembali Toilet yang selama ini menjadi gudang.
Usaha tersebut memang masih harus terus dilakukan agar sekolah menjadi tertata, rapi, indah, aman dan nyaman. Untuk budidaya ternak lele dumbo sampai saat ini belum bisa kami jual artinya belum menghasilkan uang akan tetapi Sekolah mendapatkan hasil setiap tahun dari tanaman cengkeh yang kami miliki sebanyak 13 pohon cengkeh. Dana hasil penjulan cengkeh tersebut kami manfaatkan kembali untuk keperluan mempercantik sekolah.
Upaya menjaga lingkungan menjadi sekolah yang bersih tertata asri aman dan nyaman tentu memerlukan biaya yang lumayan cukup besar sehingga kami berusaha melakukan perubahan pada RKAS dan menganggarkan sarana dan prasarana cukup besar yaitu 43 % dari uang BOS reguler yang kami terima. Upaya kami menuju sekolah adiwiyata propinsi tentu tidak akan berhenti karena kami yakin bahwa proses pembiasaan ini yang harus kami lakukan setiap saat dan bukan berhenti pada saat penilaian sekolah adiwiyata berakhir.
Tujuan akhir menjadi sekolah adiwiyata yaitu mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli terhadap lingkungan sehingga dapat menciptakan kondisi sekolah yang asri, bersih, tertata, aman dan nyaman. Sekolah Adiwiyata dapat menjadi wadah pembelajaran serta penyadaran segenap warga sekolah dan terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup untuk pembangunan yang berkelanjutan. Bravo !!! SMPN 53 BISA JELITA....
Panyileukan , 18 Oktober 2020
Suciati, KS SMPN 5
Pengirim : Suciati, KS SMPN 53
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Pandemi Covis-19 Melanda Dunia
- Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
- Puisi Siswa
- Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
- Cerpen dibalik Pelik
Komentar :
Pengirim : uyucoguwutag -
[okiike@mnawl.sibicomail.com] Tanggal : 03/01/2022http://slkjfdf.net/ - Izemuk <a href="http://slkjfdf.net/">Etioqobuf</a> dip.mltf.smpn53bandung.sch.id.gjt.km http://slkjfdf.net/ |
Pengirim : Aris Rohmana -
[arislangit@gmail.com] Tanggal : 19/10/2020MANTAPPP...... Teruss majuuu....Teruss Bergerak tanpa Letih demi kemajuan dan kebaikan...Smoga Alloh sll memberikan kesehatan, keberkahan dan menjadikan Bekal amal baik di Akhirat Aamiin... |
Pengirim : Aris Rohmana -
[arislangit@gmail.com] Tanggal : 19/10/2020Mantap....terus bergerak berbuat kebaikan dengan perubahan-perubahan yang bermafaat smoga Amal kebaikan di balas Alloh swt dengan Penuh kebaikan pula dunia Akhirat...Aamiin.... LIMA TIGA.....BISA JELITA..... |
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online
Pengirim : uyucoguwutag -
[okiike@mnawl.sibicomail.com] Tanggal : 03/01/2022