HellMe@AnarchoXploit Selamat Datang di Website Resmi SMP Negeri 53 Bandung
Banner
Dinas Pendidikan Kota Bandung
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Statistik

Total Hits : 257507
Pengunjung : 143189
Hari ini : 40
Hits hari ini : 128
Member Online : 0
IP : 216.73.216.212
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

   Muhammad Zaky Hasan, S.Pd.
Agenda
01 May 2026
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Antologi Puisi Pengawas & Guru-guru SMPN 53 Bandung

Tanggal : 28-11-2018 21:17, dibaca 2200 kali.

 

Ananda

Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)
 

Bola matamu penuh asa

Merajut harapan diselingi rasa

Akankah semua menjadi nyata

Doa dan ikhtiar sandarannya

Bangkitkan gelora semata

Demi kehidupanmu nan sentosa

 

 Bandung, September 2018

 
                                                                                                                                                   

 Buku

Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)

 

Tangan kanan memegang tangan kiriku

Yang memegang buku pelajaran

Penuh ilmu pasti dam ilmu sosial yang banyak guna

Bayangkan, membayangkan

Perjalanan seumur hidup nan menakjubkan

Masa depan terbentang masih menjadi milikku, milik kita.

 

 Bandung, September 2018

 

 Sajadah

Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)

 

Kedua tanganku tengadah

Mengharap anugerah

Terkadang istikharah

Sejenak kuterperangah

Menyadari kesadaranMu ya Robb

Akankah kumampu menggapai ridhoMu?

Hanya mampu berserah

Moga lelahku menjadi lillah.

 

Bandung, September 2018

 

 Daddy

Karya : Titi Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)

 

We do love you

You to us are everything

Without you we are nothing

We always pray for you

Never leave us forever

 

Bandung, September 2018

 

 

 PBNU

Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)

 

Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Undang-Undang Dasar 1945

Semua menjadai satu dalam sanubariku

Wahai sahabatku

Mari bersatu padu

Tanpa ragu.

 

Bandung, September 2018

 
 

 Ibu

Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)

 

Raut wajahmu nan ayu

Mengharu biru dalam sendu

Gejolak rasa menahan rindu

Semua menjadi satu

Hanya asa nan syahdu

Terpatri merajut kalbu.

 

Bandung, 25 September 2018

 

 Desainer Perubahan

Karya : Hj. Ida Suyanti, S.Pd, M.M.Pd. Kepala SMPN 53 Bandung)

 

Abad 21 berjalan...

Tanpa bisa dicegah

Ada yang gelisah

Tak urung juga susah

 

Zaman Milenia...

Tak perlu busungkan dada

Ramuan SPMI, STEM

Perlu bukti nyata

Dalam sebuah karya

 

Pekerjaan jangan ditumpuk

Nanti jadi membusuk

Mari... beraksi

Bisa pasti...

Menjadi Desainer Perubahan
 

Bandung, 16 September 2018
 

Rindu

Karya : Siti Rohmah, S.Pd.
 

Dalam diam kutermenung

Ada rasa haru menyentuh kalbuku

Kutertegun dalam anganku

Ada rindu yang menggantung

Di sanubariku

Anganku kembali mengusikku

Tentang sosok dulu yang mengisi

Setiap relung hatiku

Setiap desah nafasku

Kasih...

Lama kita tak bersua

Jarak dan waktu

Telah memisahkan kita

Hanya do’a dan harapku

Semoga kita dapat bersatu

Dalam cinta yang kukuh

Cicaheum, Bandung, 28 Agustus 2017

 

Memori

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Kau buka memori itu

Membuat hatiku pilu

Terkenang jaman dulu

Kala aku bersamamu

          Duhai sahabat-sahabatku

          Aku merinduimu...

Dada terasa sesak

Kalbu terasa rusak

Kala rindu mendesak

Namun kutersadar

          Aku harus bersabar                    

          Walau sebentar

          Anugerah terbesar

          Miliki keluarga besar


Sindanglaya, Bandung, 11 September 2018

 

 

 Hijrah

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Sembilan tahun bersama

Banyak suka sedikit duka

Banyak ibrah di sana

Kupetik jadi ilmu berharga

          Tiba saatnya kita berpisah

          Aku harus hijrah

          Ada rasa resah

          Dan gelisah...

Akankah kutemui lagi kesederhanaan

Akankah kutemui lagi persaudaraan

Akankah kutemui lagi keadaban

Akankah kutemui lagi kenyamanan

          Enggan rasanya meninggalkan

          Namun ada yang lebih membutuhkan

          Anak kesayangan...  

 

Sindanglaya, Bandung, 24 September 2018

 

 

Persahabatan Tiada Batas

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Jarak tempuh jauh

Waktu jumpa lumpuh

Sulit untuk bertemu

Jika datang rasa rindu

Tubuhku berpeluh

 

Ruang sudah beda

Usia beraneka

Tapi kita satu rasa

Dalam doa

Ingin bersama

 

Semua bukan jadi penghalang

Karena kita saling sayang

Semua bukan jadi pembeda

Karena kita satu asa

Semua bukan jadi pembatas

Karena kita berazas

Semua bukan jadi rintangan

Karena kita miliki kenangan

 

Sahabat, suatu masa

Kita dapat bersama

Walau sekejap

Dalam dekap

Susana berseri

Silaturahmi

 
Sindanglaya, Bandung, 25 September 2018

 

 

 Kadang Rindu

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
 

Kadang rasa rindu itu ada

Masa awal kita jumpa

Teringat pergi bersama

Penuh riang dan tawa

          Tetiba suasana berubah

          Tak mengerti apa penyebabnya

          Kita saling curiga

          Keadaan sudah tidak nyaman  

Seiring air mengalir

Kuingin berakhir

Kita semakin jauh

Tak bisa saling berkeluh

          Aku kecewa

          Mungkin engkau juga

Akankah terulang

Ceria tak berkurang

Saat dulu kita asyik

Tanpa ada yang berisik

 

Sindanglaya, Bandung, 28 September 2018
 

Untukmu Deey

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Ada saat suka

Dekat saat duka

Ada kala butuh

Rindu kala jauh

Saling doa

Tanpa saling tahu

Saling bantu

Tanpa saling ragu

Mengingatkan jika salah

Menenangkan jika kalah

Menguatkan jika hati patah

Mendengarkan jika keluh kesah

 Sahabat sejati

Selalu terpatri

       Ada di hati

Tak kan terganti

 

Sindanglaya, Bandung, 28 September 2018

 

 

Mainmu Cantik

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Banyak yang berisik

Kau tampak panik

Kau bilang itu taktik

Karana ia berpolitik

Tapi kau tampak asyik

Ah! mainmu cantik

          Mungkin kau sakti

          Bisa kelabui

          Tak ada bukti

          Hai kau jangan lali

          Ada hati

          Yang tersakiti
 

Sindanglaya, Bandung, 3 Oktober 2018

              

Lenyapkan Namamu

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd

 

Kudiam, kau datang

Kusambut, kau pergi

Kuacuh, kau butuh

Kubutuh, kau menjauh

          Selalu begitu

          Sulit bersatu

          Haruskah kuberlalu

          Tinggalkan dirimu

          Lenyapkan namamu

          Di hatiku
 

 Sindanglaya, Bandung, 6 Oktober 2018

 

Irama Kehidupan

Karya : Lilis Susanah L, S.Pd

 

Ketika air mengalir di dasar hati...

Ketika angin berhembus menyapa relung jiwa...

Saat itu, gemerincing irama kehidupan terdengar merdu di teligaku

 

KuasaMu menyentuh kalbu dan membangkitkan imagiku.

Kutunduk padaMu yaa Robb dengan segenap jiwa dan ragaku.

Kutapaki lika-liku jalan dengan hati sabar dan ikhlas

Kadang mulus, kadang terjal, semua kulalui dengan senyum ketabahan...

 

Dalam setiap sujudku, selalu kuberharap akan limpahan ridhoMu

Kupersembahkansegala rasa dan asaakan curahan anugerah dan rahmatMu.

 

Ya Rabb... semoga Engkau selalu membimbingku di jalanMu

yang lurus yang Kau Ridhoi.

Aamiin...

 

Bandung, 7 September 2018

  

Kesal

Karya : Anggraini, S.Pd.

 

Seekor kumbang menoreh bunga

Mengubah warna hilang aroma

Hidup bunga tak bahagia

Terlalu lama luka

Kumbang masih ada

Kuncup belum tiba

Masih luka

 
Bandung, 20 September 2018

 

 Senja di Pantura

Karya : Anggraini, S.Pd.

 

Senja di sepanjang Pantura

Kini mencurup bumi

Perlahan berputar kemilau bunga

Membias awan menjadi jingga

Laju tanpa halang

Di balik pohonan kerlap kerlip lalu hilang

Manis jadi kenangan

Dalam satu senja sepanjang Pantura meronta

Mengiringi gulita

Berbalut mendung berganti pagi

Kembali bersama pelangi

 

Bandung, 20 September 2018

 

 

Cahaya Hidup

Karya : N. Emma Sumayah, S. Pd., M.M.Pd.

 

Bagai daun tertiup angin

Jalan sepi berangin-angin

Menemani sunyinya daun

Tuk berjalan yang lebih baik

          Bagai rembulan di malam hari

          Yang menemani malam ini

          Untuk kita jadi mengerti

          Bagai dunia yang indah ini

Hidup ini selalu berarti

Menemani sepanjang waktu

Tiada hari yang sepi

Selalu dinanti kehadiranmu

          Selalu taqwa kepadaNya

          Dan terus berdoa

          Untuk meminta kebaikan

          Hidup sejahtera selam-lamanya.

 

Bandung, 24 September 2018

 

 Bidadari Surga

Karya : Nur Kurnia Asih, S.Pd

 

Dua tahun yang lalu jasadmu terbaring damai

Duka yang amat mendalam serta kehilangan kami rasakan

Saat memandang wajahmu yang tenang tersenyum penuh kedamaian

Masih banyak yang ingin kami berikan untukmu

Masih banyak kebahagiaan yang ingin kami berikan kepadamu

Namun Sang Pencipta telah menjemputmu, karena Dia lebih mencintai dan menyayangimu

Senyum dan tawamu yang selalu ada di hati kami

Di saat segalanya begitu membahagiakan engkau anakku dipanggil

Untuk menghadap Sang Kholiq, seakan tak percaya tapi itu nyata

Berikanlah kepada kami ketakjuban bagi kami sekeluarga yang ditinggalkan agar kami dapat berkumpul, memeluk, dan menciumnyakembali di dalam singgasanaMu yang megah nan abadi

Selamat jalan anakku kami ikhlas mengiringi kepergianmu kembalikepadaNya.

 

Bandung, 14 September 2018  

 

 Kebimbangan

Karya : Yusup Hendrawan, S.Pd.

 

Ketika kuucap kau tak dengar

Ketika kudiam kau mulai berucap

Mungkin ku harus bersabar

Jalan hidup dengan bertahap

          Biarkan matahari secara terik

          Asal hati ini tak kelabu

          Kau selalu minta menjadi yang terbaik

          Namun ucapanku hanya angin berlalu

Ya Robb kuyakin kau dengar

Apa yang selalu ada dalam hati

Kupinta waktu yang sebentar

Ntuk sejalan dalam pemikiran ini.

 
Bandung, 17 September 2018

 

 HARMONI

Karya : Ir. Mulyati

 

Merah, Jingga, Kuning

Hijau, Biru, Nila, dan ungu

Sungguh

Paduan warna yang harmoni

Melahirkan pelangi

 

Jangan pernah berkeinginan

Mengganti satu saja

Dengan warna yang lain

Karena indahnya tak kan sama

Karena namanya bukan lagi

Pelangi....

 

Bandung, 14 September 2018

 

 DENDROBIUM DAN CALIBRY

Karya : Ir. Mulyati

 

Tetes tetes embun,

Cemerlang di ujung kelopak dendrobium

Disorot cahaya mentari pagi...

Lincah Calibri melompat dari dahan ke dahannya

Indah nian...

Tergerak jemari meraihnya

Dan tangan ini menggenggam

Sosok kecil Calibry dari ujung Dendrobium

Sunyi....

Tak ada lagi ayunan indah Dendrobium

Tak ada lagi lompatan lincah Calibry

Semua terenggut genggaman atas nama kasih,

Terbelenggu...

Ku lepas genggaman...

Ku hantar Calibry terbang

Melompati Dendrobium,

Menembus cakrawala,.

Menikmati kehidupan

M e r d e k a...

 

Bandung, 14 September 2018

 

 BALADA KEHIDUPAN

Karya : Ir. Mulyati

 

Ku telusuri hamparan bumi yang luas,

Kutemui ribuan kerikil

Tak jarang tersandung dan terpeleset

Bahkan tersungkur...

Ku terus melangkah....

Ku jumpai bukit menjulang

Hijau, indah berbunga

Aku harus mendakinya!

Ku dapat tongkat yang kuat,

Mengantarku ke puncak bukit

Menghirup segar udara kehidupan

Nikmat....

Tiba-tiba....

Badai menerpa,

Merenggut tongkatku

Aku limbung....

Bukit belum tuntas ku kitari

Bandung, 14 September 2018

 

 Anugerah

Karya Rochaeni, S.Pd.

 

Matahari pagi mulai bersinar

Menampakkan senyuman yang berbinar

Kusambut pagi dengan suasana segar

Penuh harapan yang sangat tegar

          Ya Allah berikanlah kesejukan pada umatmu

          Yang ikhlas mengumandangkan ayatmu

          Dan selalu melangsungkan asmaul husna untukmu

          Sebagai umat yang selalu menghamba padaMu

Aku selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan

Atas anugerah yang selalu Engkau limpahkan

Atas karunia dan rizki yang Engkau panjankan

Semoga menjadikan nilai ibadah yang Engkau tuliskan

 

Bandung, 16 September 2018

 

 

Sunyi

Karya : Rochaeni, S.Pd.

 

Tengah malam dingin mencekam

Aku terbangun di suasana yang pekam

Di sekitar hanya terasa suasana yang kelam

Dan gemercik air kolam yang begitu terekam

          Ya Allah... di keheningan malam aku berdoa

          Menengadahkan tangan yang berlumur dosa

          Aku pasrahkan seluruh jiwa dan raga

          Semoga engkau mengampuni kesalahan hamba

Ya Allah Yang Maha Pelindung

Aku mohon jagalah umatMu dari sifat bingung

Dan jauhkan dari perbuatan dan perkataan sombong

Agar hidupku selamat di masa datang.

 
Bandung, 16 September 2018

 

Kota Kecil Sarat Makna

Karya : Ai Yunita, S.Pd.

 

Kala berpijak di teras batas kota

Tatkala senja menjemput sang rembulan, tercium hawa kerinduan

Disambut gemerlap sinar hamparan taman, bertajuk indahnya keagungan

Terlukis semburat  biasan cahaya 99 nama Mu manjakan pandangan

Geliat pelaku malam meretas berjuta harap bermacam tujuan

Entah sekedar menyongsong petang, atau mengais pundi di bentangan trotoar

Itulah Cianjur, Kota kecil sarat makna dan untaian kenangan

 

Aroma kerinduan tanah kelahiran kian merasuk

Ditegur kokohnya lengkungan gapura penghubung kampung

Sayup-sayup  alunan ayat suci terlantun dalam remang

Kala kunang-kunang menyapa aroma senja berganti malam

Kala rusuk tertusuk bau alam khas pedesaan

Terbentang jalanan lenggang seolah tak bertuan

Berjuta kenangan termaktub disana....

 

Disepanjang remang lalu lalang  orang berjuta keramahan

Terukir senyum tanpa kemayaan semu, terpancar ketulusan tanpa alasan

Disanalah tempat raga ini bermetamorfosa

Tanah kelahiran, menjadi saksi langkah ini tertatih hingga terlatih

Tak kan musnah dalam benakku, sekalipun raga ini terpaut jarak

Cianjur, Kota kecil sarat makna dan untaian kenangan

 

Bandung, 15 September 2018

 

Andai

Karya : Henni Ratna Juwita

 

Andai waktu  bisa kembali

Aku hanya ingin tidur di pangkuanmu, Ibu

Sambil bercerita dan berbagi isi hati juga

Liku hidup yang sedang aku alami seperti masa itu

Dan kini aku hanya ingin kau yang tahu isi hati ini

Aku rindu nasehatmu, ibu!

 

 Bandung, 17 September 2018

 

 

 Batu Kerikil

Karya : Henni Ratna Juwita, M.Pd.

 

Derasnya air hujan mengguyur bumi

Seakan air mata mengguyur kehidupan

Jejak kaki seakan tak tahu arah

Arah kehidupan terombang ambing terkoyak

Seakan  mencabik-cabik langkahku yang sedang melaju kencang

          Hujan itu begitu deras

          Sehingga tak sanggup ku membuka mata

          Mentari yang ku harapkan tak kunjung datang

          Hanya gelapnya malam yang setia menemani malamku

          Kuberharap ini adalah mimpi

          Yang ketika ku membuka mata

          Dunia sedang tersenyum padaku

 

Bandung, 24 September 2018

 

 Atas Nama Cinta

Karya : Erna Dachlia, S.Pd.

 

Aku mencintai lewat hatiku, bukan lewat mataku

Aku menyayangimu dengan perasaanku, bukan dengan pikiranku

Aku mengasihimu dengan jiwaku, bukan dengan ragaku

Kutulis namamu di hamparan pasir putih, namun tatkala ombak datang lenyaplah sudah...

Kutulis namamu di langit biru, namun tatkala angin berhembus, tehapuslah sudah...

Atas ama cinta, maka kutulis namamu di hati ini...

Duhai kasih...

Di sinilah namamu abadi selamanya...

Terukir dengan tinta berwarna jingga

 

Bandung, 16 September 2018

 

 

Roda Kehidupan

Karya : Sari Rachmawati Utami, S.Pd

 

Tak selamanya aku merasakan tawa

Tak selamanya pula aku merasakan sedih

Ketika hidup, pasti merasakan roda kehidupan

Roda kehidupan yang selelu berputar setiap saat

Sama halnya seperti perasaan

Adakalanya aku merasa acuh

Bahkan adakalanya aku merasakan rindu

Yang entah tiba-tiba datang dalam hatiku

Do’aku selalu menyertai namamu dalam setaip sujudku

Berharap engkau adalah jawaban dari setaip do’aku

Mungkin bagiku cukup tuhan yang tau

Tentang bagaimana perasaanku saat ini.....

 
Bandung, September 2018

 

Ibu

Karya : Reni Anggraeni, S.Pd., M.M.Pd.
 

Sayangmu... kasihmu... selalu

Kau berikan padaku

Kau banting tulangmu

Kau peras keringatmu

Walau kau lelah

Tak pernah kau rasa

          Ku selalu mengecewakanmu

          Namun kau selalu berusaha tersenyum

          Kau tak pernah berhenti memberi semua itu

          Kaupun juga tak pernah sedikitpun meminta balasan dariku

Karena ku tahu kau lakukan semua itu

Hanya untuk membuatku bahagia

Kau terangi hidupku

Kau pelita dalam setiap langkahku

 

Bandung, 17 September 2018

 
Pasrah

Karya : Sri Kusniawati, S.Pd.

 

Tertawa lepas itu khayalan

Merasa bahagia sebatas harapan

Lelah berharap sudah suratan

Yang aku tahu ini kenyataan

          Sendiri sudah biasa

          Terluka tak ada bedanya

          Sepi rajai hati

Di mana teman tiada berkawan

Jalani hari lalui kehidupan

Tetap langkah ini tak mau berhenti

          Hati ini sudah terlalu lelah

          Harap ini sudah cukup goyah

          Yang bisa dilakukan hanyalah pasrah

Cahaya hidup semakin suram

Harap kau muncul malah kacaukan keadaan

Lantas ini apa yang tersisa???

          PadaMu kugantungkan harapan

          Langkah terakhir sebagai pelengkap

          Karena ku tahu Kau ada

 

Bandung, 13 September 2018

 

Anak Sholeh

Karya : Lilis Endang Sari, S.Pd.

 

Tak banyak harta yang kumiliki

Kuhanya punya rasa

Rasa cinta yang dalam

Tak banyak materi yang kuberi

Ku hanya punya harapan

Harapan ikhlas darimu

Ikhlas menjadi anak yang sholeh

Tauladan bagi saudaramu

Tabungan ayah bunda di surga

 

Bandung, 17 September 2018

 

 

Macet Oh Macet

Karya : Yunelin Yuningsih, S.Pd.

 

Kau tampakkan Rupamu ….

Setiap pagi, siang, sore dan malam hari

Jika Rupamu tak tampak di hadapanku ….

Ada perasaan tenang & damai menyelimuti hatiku ….

 

Jika Rupa mu Nampak ….

Entah siapa yang harus ku persalahkan

Apakah orang-orang yang terlalu konsumtif?

Sehingga kendaraan semakin banyak

Ataukah Pemerintah yang belum juga merealisasikan

Pelebaran jalan yang sudah di canangkan

Bertahun tahun yang lalu

Entahlah ….
 

Yang pasti, ku tak boleh menyalahkan siapa-siapa ….

Ku harus dapat mengatur jadwal ….

Jadwal Kegiatan sehari hariku dengan bijak ….

Sehingga ku tak merasa tertekan

Atas Penampakan Rupamu

 Bandung, 17 September, 2018

 

 Al- Qur’an

Karya : Drs. Aris Sueb Afandi

 

Firman Sang Maha Pencipta

Bagi semua manusia tanpa kecuali

Sebagai pedoman

Dalam kehidupan

          Kala kita membaca

          Dengan penuh pemaknaan

          Membuat hati menjadi tenang

          Bersimpuh di hadapan Sang Pencipta

Al-Qur’an penunjuk jalan

Agar insan tak sesat

Dalam iman

Menuju kehidupan nan kekal

Abadi tak bertepi

 

 Bandung, 18 September 2018

         

Terbanglah Indonesia

Karya : Engkus Herdian, S.Pd.

 

Terbanglah Indonesia

Terbanglah ke langit bebas

Capai bintang hingga jauh melambung

Tunjukkan merah putihmu pada dunia

          Terbanglah Indonesia

          Tak kan ada yang bisa mengikatmu juga mengurungmu

          Kita bukan jangkrik di dalam kotak

          Kita bebas merdeka

Terbanglah Indonesia

Terbanglah ke mana kau ingin terbang

Lihatlah ke mana-mana kau ingin lihat

Cintailah apa yang kau ingini

Kebebasan bersandar di raja kita

Karena kita merdeka

          Terbanglah Indonesia

          Dunia harus tahu Indonesia bangsa yang hebat

          Bangsa yang menghargai perdamaian

          Tapi bukan berarti bisa diam jika kebebasan direnggut

          Takkan biarkan hak kita diinjak-injak karena

          Indonesia sudah merdeka di tahun empat lima

Bandung, 18 September 2018 

  

Kiamat

Karya : Rohaeny Oktary, S.Pd.

 

Langit ditegakkan berlapis-lapis

Dan bumi sebagi sangganya

Matahari sebagi pusatnya

Apabila langit dan bumi

Dogoncangkan dengan dahsyatnya

Apabila sang surya

Lemah dengan daya hantar siarnya

Redup tak bersinar

Hancur...

Dan binasa...

Apabila manusia dibangukan

Inilah hari pembalasan

 
Bandung, 16 September 2018

 

Waktu

Karya : Drs. Pulung Susiyono, M.M.

 

Waktu tidak terasa

Seiring dengan perjalanan alam semesta

Bumipun berputar mengikuti porosnya

Duka dan bahagia silih berganti yang membawa cerita

Membuat insan lupa diri dan terlena

Hanya iman dan taqwa yang selalu menjaga

Menjadikan energi yang selalu ingat kepada Yang Maha Kuasa

Kuasa terhadap jagat raya yang tercinta

Wahai Yang Maha Kuasa dan Abadi

Kami yang tercipta tetapi selalu lupa diri

Lupa bahwa semuanya akan kembali

Berilah kami waktu untuk benah diri

Sebelum ajal menjemput kami

Agar kami hidup ini tiada merugi

Membawa bekal untuk meniti hidup abadi

Berselimut keridhoanMu

Yangkunanti

 

Bandung, 20 September 2018

 

 Toa

Karya : Sutiawan, S.Kom.I, M.Pd.

 

Tuhan Yang Maha dekat apalah guna toa itu

Teriakan namaMu menggema namun di hati alpa

Adzan adalah panggilan nurani mengetuk relung hati

Tuhan memanggilMu untuk menghadapNya

Dari sudut mesjid ada kakek tua berkata

Lalu aku bingung kepala bingung

Egois ini masih melekat erat dalam jiwa

Sombong, angkuh merajalela

          Lima kali sekali toa itu berkumandang

          Dari mesjid dan mushola

          Saling bersahutan namaMu selalu disebut

          Memanggil hamba yang lupa   

Untuk bersujud kepada Sang Pencipta

Kalau tidak ada dirimu Tuhan

Aku yakin toa itu tidak akan mengumandangkan namaMu

 

Sindanglaya, Bandung, 16 September 2018

 

Pohon Cengkeh

Karya : Rohmat, S.Pd. (staf Tata Usaha)

 

Pohon...

Kau menyayangiku

Tapi aku acuh padamu

Kau melindungiku

Tapi aku tidak pernah melindungimu

          Tapi aku sangat membutuhkanmu

          Haruskah aku menjaga kamu

          Seperti kamu menjaga aku

 
Bandung, 3 Oktober 2018

 

 Lupa Diri

Karya : Dede Ramayanah, S.Pd.

           

Di tengah segara kokoh terjulang

Tegas berdiri di hamparan lautan

Derai ombak tak henti mengikis

Menerjang raga meyapa sukma

          Sepintas datang sekelebat bayang

          Serpihan usang tertata hampa

          Seringai haru tersbungkus senyum

          Luka menganga terselimut tawa

Sekian lama diambang bimbang

Celah hati mendamba rengkuhan

Mencoba tertatih menggapai tepi

Walau sebenarnya takkan punya arti

Dan mustahil sampai di tepi

Karena aku sebongkah karang yang terkuliti

 
Bandung, 22 September 2018

 

Hujan di Sore Hari

Karya : Apriyani Nurhayati, S.Pd.

 

Aku selalu menyukai hujan

Yang terus turun dengan iramanya

Aku menyukai hujan

Dengan hatiku

Bersama rasa yang dipercikan oleh hujan

Kau,

Apa menyukai hujan                       

Setiap butir yang jatuh kau selalu tersenyum

Apa kau tidak menyukai hujan

Disetiap rintiknya kau menjauh

Hujan

Kau menebarkan segala rasa hingga kerusuk

Hujan

Kau membagi cerita kepada semesta

Dan hujan

Mengajarkan segala apa yang dia punya

Dengan sendirinya

 

Bandung, Oktober 2018

 

 

Menggapai

Karya : Afriyani Nurhayati, S.Pd.

 

Terik menggigit hingga tulang

Meringis terus menahan sakit

Pernahkah kau merasakan

Sedikit saja merasakannya

Peluh mengalir membasahi tubuh

Terus mengalir hingga kering

Mulai mengubah warna tubuh

Dan meninggalkan jejak nyata

Inilah yang kau kejar

Kejar tanpa henti

Berlari tanpa menoleh

Hingga kau merasa tak mampu

Tulang tak lagi berasa kokoh

Lelah terasa

Lemah bersemayam

Masih mampukah kau berlari

Berlari dengan tanpa henti

 
Bandung, September 2018

 

 ‘USIK’

Karya : Afriani Nurhayati, S.Pd.

 

Jika malam kau anggap sebagai kesunyian

Apa yang kau anggap keramaian

Kau diam dalam kesunyian

Kau berisik di keramaian

Jika berisik kau anggap sebagai penguasa

Apa yang kau lihat sebagai penindasan

Kau jilat segala yang ada

Kau telan segala yang ada dibumi

Maka kemana akan kau simpan semua yang kau telan itu

 
Bandung, September 2018

 

 Bunga ku

Karya : Apriyani Nurhayati, S.Pd.

 

Hijaumu sangat berwarna

Memadukan keindahan mahkota dan kelopakmu

Memberikan kesejukan di pojok ruangku

Saat hijaumu

Kau memberikan kenyamanan tersendiri

Untuk setiap yang memandangmu

Hingga kini

Saat kau berubah menjadi coklat

Kau pun masih memiliki keindahan yang sama

Warna mu mengajarkan setiap perjalanan

Yang ku lalui hingga kau berubah seperti sekarang

Meski ada satu diantara banyaknya warna mu

Kau tetap menjadi pelindung bagi yang berbeda

Indah mu masih tetap sama

Saat kuraih dan kurawat

Hingga kau berubah warna

Maaf mengacuhkanmu untuk beberapa saat

Dan itu tetap tidak mengubah apapun        

Yang ada padamu...
 

Bandung, Oktober 2018

 

MAAF

Karya : Ridha Retna, S.AP.
 

Ktika amarah memuncak akal pikiran tak terkendali,

Ucapan pun tak mampu dipilah, yang ada saat itu hanya ego dihati,,,

Bagaimana untuk menang,,

Bagaimana untuk melindungi diri,,,

Bagaimana untuk tetap bertahan,,,

Ketika waktu mulai berlalu, logika pun mulai berbicara,,,, kebenaran pun mulai tampak  rasa malu dan rasa penyesalan pun mulai menyergap,,,,

MAAF,,,,

Yaa,,, hanya kata itu yang terlontar dari mulut,,,

ktika tangan tak mampu meraih,,,

ketika waktu tak mampu terulang kembali,,,

penyesalan pun tak ada arti,,,

hanya meninggalkan sesal dan luka dihati,,

 

Bandung, Oktober 2018

 

 

 PERBEDAAN

Karya : Ridha Retna Amalia, S.AP.

 

Dalam ilmu matematika kita mengenal istilah himpunan, irisan, gabungan, bagian dan bukan bagian,,,

Semua itu ada karena ada sebuah perbedaan,,,

Tanpa ilmu dan pemahaman yang cukup perbedaan bermetamorfosis menjadi monster yang sangat menyeramkan,,,

Bagaimana tidak perbedaan mampu menciptakan konplik

Bukankah sang Pencipta menciptakan perbedan syarat akan makna dan arti ???,,,

Selayaknya pelangi berwarna-warni,,,

Dengan perbedaan kita mengenal arti sebuah menghargai

Dengan perbedaan kita mengenal arti sebuah menghormati

Dan dengan perbedaan pula kita mengenal rasa syukur kepada ILLAHIRABBI,,,

 

Bandung, Oktober 2018

 

 Sekejap

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Tak lama kumengenalmu

Tak banyak waktuku untukmu

Tak sempat kumemanjakanmu

Namun ku telah sayang padamu

Hingga ajal menjemputmu

Doaku selalu menyertaimu

 

 Sindanglaya, Bandung, 25 Oktober 2018

 

 

Kisahmu Pilu

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Kisahmu pilu

Tak banyak yang tahu

Begitupun aku

Kubaru mengenalmu

Hingga kutahu tentangmu

Kala ususmu terganggu

Ajalpun menjemputmu

Itu terbaik untukmu

Kami menyayangimu

Allah lebih sayang padamu

Doaku selalu untukmu

 
Sindanglaya, Bandung, 25 Oktober 2018

  

Sayangku

Karya : Ina Widiati, S.Pd.

 

Dunia itu adalah fana

Semesta akan tercipta

Bukan berarti akan kita nikmati saja

Ketika sang maha pencipta sudah berbicara

Semua itu akan sirna hanya dalam satu kedipan mata

 

Sama halnya seperti ketika aku tahu bahwa

Sayang kamu itu hanya semu belaka

Apakah kamu tahu ?

Bagaimana rasa hati ini karena ulahnya kamu ?

Setelah beribu-ribu harap aku inginkan kamu

Sakitnya hingga menusuk jantungku

Ternyata aku salah memberi sayang ini pada

Kamu yang singgah sebentar saja

Tidak ada niat sedikitpun menjadikan aku rumah

Dan ini adalah kenyataan yang sungguh-sungguh menyesakan dada
 

Bandung, September 2018

 

Belahan Hati

Karya : Dewi Hanny Handayani, S.Pd.

 

Beranjak dari dasar kalbu

Dari dentang waktu

Yang terus berlalu

Tergambar kenangan demi kenangan

Manis untuk dikenang ulang

Indah untuk dilukiskan

Kenangan bersama

Nostalgia bersama

Alangkah indah untuk dirasa

Demi masa… suatu masa

Masih banyak yang tersisa

Yang perlu kita jalin bersama

 
Bandung, 21 September 2018

 

Hujan

Karya : Agus Amin Sahrum, A.M.Pd.

 

Air hujan ini terlalu deras

Hingga mataku sulit tuk terbuka

Ingin kumelihat indahnya pelangi

Namun apa daya mataku

Tertutup kabut

                  Air hujan ini begitu deras

                  Sejenak kuterdiam

                  Teringat masa indah kecil dulu

                  Tak ada beban

                  Kunikmati setiap butiran air yang turun

Apakah masa itu kan terulang lagi?

 

Bandung, 21 September 2018

 

Sisa Kepedihan

Karya : Siti Rohmah, |S.Pd.

 

Seperti sirnanya mimpi direnggut embun pagi

Meski mentari cerah menyapa

Namun, tak urung kesedihan juga kurasa

Dan air mata mewakili gerimis pagi ini

Lalu senyum itu pergi jauh

Jauh entah ke mana

Sedang mentari merangkak semakin tinggi

Tak perduli lagi dengan mimpiku

Atau dengan sisa kepedihan ini

Aku pernah kalah

Aku pernah bersalah

Dan ini bukan permainan

Walau aku pernah dipermainkan

Namun aku tak pernah menanam kebencian

                      

Bandung, 5 September 2018

 

 

Makna Kedamaian

Karya : Siti Rohmah, S.Pd.

 

Kala malam semkain larut

Aku terpaku di dalam kesunyian

Terdiam menatap ilusi kesedihan

Diriku seakan terbiarkan dalam kehampaan

Kebekuan jiwa menjelma

Kedinginan  nurani selalu menemani

Merindu tentang kehangatan

Aku bermimpi tentang keindahan

Saat tirai kegalauan mulai tersibak

Fatamorgana menjauh dari realita

Hingga tersingkaplah dunia yang cerah

Makna kedamaian yang hakiki

 

Bandung, 9 September 2018

 

Lentik

Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.

 

Senyummu manis

Hentikan aku menangis

Sembuhkan kalbu meringis

Dari hati teriris

Bulu matamu lentik

Kau makin unik

Kian aku tertarik

Syukurku pada Sang Khaliq

Miliki kau cantik

  

Sindanglaya, Bandung, 7 November 2018

                                       

Terima Kasih Guru

Karya : Anggarini, S.Pd.

 

Setiap kali yel yel itu diserukan

Ayo membaca...

Ayo membaca...

Tak ada geming

Tak ada gerak

Tak ada gertak

Tanpa sentuhan

Kini tidak lagi

Guru pengarah ilmu

Tidak hanya yel

Tapi dengan gerak nan gemulai

Terima kasih guru

 

Bandung, 1 November 2018

 

Bagaimana Aku Harus Kecewa

Karya : Anggraini, S.Pd.

 

Aku tidak dapat berbuat banyak, sepertinya lebih baik mngalah dari pada harus berdebat

Sebuah kekurangan atau kelebihan yang didapat

 

Sungguh sangat kecewa

Aku harus tegar menyikapi keadaan ini

Jangan sampai meneteskan air mata

 

Itu hanya sebuah dilema saja, setitiknoda, ada yang lebih penting dan banyak hal yang harus dibenahi

 

Kupersembahkan hidup ini kepadaMu

Engkau yang mengatur

Apa artinya jika harus menyerah

Aku harus kuat

 

Allahu Allah...
Bandung, 9 Februari 2015

 
Surgaku Untukmu

Karya : Nur Kurnia Asih, S.Pd.

 

Tangan mungil tak lagi lincah

Bibir mungilnya tak berceloteh nyaring

Bening matanya seredup lampu malam

Derap kaki mungilnya tak terdengar lagi

Senyum dan tawanya lenyap terbawa malaikat

Kenapa Kau ambil dia dengan paksa

Kenapa Kau rebut dia dari pangkuanku

Sedang rindu tak tertandingi

Sedang cintatak tertumpah

Anakku…

Tunggu aku di surga

 

Bintang Agung, Bandung, Desember 2014

  

Anakku Guruku

Karya :Nur Kurnia Asih, S.Pd.

 

Aku tak tahu teriknya mentari

Aku tak tahu terangnya rembulan

Yang aku tahu hanya gelapnya malam

Saat itu senja menguning

Kau menggambarkan semua

Cerita tentang indahnya dunia

Tiba-tiba gelapnya malam menceritakan

Bahwa kau guruku

Yang mengajarkanku segala hal

Yang tak pernah aku tahu

Kau pergi jauh dan tak kan kembali

 

Bintang Agung, Bandung, Desember 2014

 

Datanglah

Karya : Nur Kurnia Asih, S.Pd.

 

Kutanya sore akankah malam kan datang

Kunanti kelamnya malam

Menenggelamkan terang

Waktunya bermanja setelah seharian berperang

Mengumbar tuntutan hati yang radang

Semoga

Dingin malam membasuh hati

Rinai malam mengekang nafsu duniawi

Fajar menjelang saatnya menafakuri diri

Jujur aku terus mencari

Di batas waktu yang takbertepi

Di batas ruang tak bersekat

Ku berdiri menanti

Berita langit

Yangberkata …

Siap mengantarmu menjadi pemenang sampai waktunya kau pulang

Kelam malampun pergi

Menyisakan sedikit dingin

Untuk menantang hari

 
Bale Endah, Bandung, 28 Desember 2017

 

Tak Seharmoni Pelangi

Karya : Ai Yunita

 

Paduan goresan warna pelangi menghipnotis

Elok beriringan walau tak identik

Beraneka tapi seirama

Kontras, namun selaras

Ah, andai seharmoni pelangi

 

Lesapkan keegoan dalam simfoni

Leburkan ambisi dalam satu misi

Mungkin mengalun bersinergi

Buahkan komposisi menginspirasi

Tapi sayang, tak seharmoni pelangi

 
Bandung, 08 Nopember 2018

  

Pagi (Di Jalan Cileunyi)

 Karya : Ai Yunita

 

Kala mentari menyapa pagi

Pejuang mimpi bergegas menyapa hari

Siap bergumul menantang kebisingan

Berlomba raih rongga ruas melintas

Dalam kepenatan karena tuntutan

 

Terlukis beragam ekspresi,

Terdengar lengkingan klakson bersahutan

Kadang terdengar teriakan, bahkan cucuran darah

Disitu kemanusiaan kadang sirna

Terkalahkan keegoan  tujuan ambigu

Demi berlari taklukan mimpi

 

Bandung, 08 Nopember 2018

 



Pengirim : Admin
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas