Artikel
Antologi Puisi Pengawas & Guru-guru SMPN 53 Bandung
Tanggal : 28-11-2018 21:17, dibaca 2200 kali.
Ananda
Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)
Bola matamu penuh asa
Merajut harapan diselingi rasa
Akankah semua menjadi nyata
Doa dan ikhtiar sandarannya
Bangkitkan gelora semata
Demi kehidupanmu nan sentosa
Bandung, September 2018
Buku
Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)
Tangan kanan memegang tangan kiriku
Yang memegang buku pelajaran
Penuh ilmu pasti dam ilmu sosial yang banyak guna
Bayangkan, membayangkan
Perjalanan seumur hidup nan menakjubkan
Masa depan terbentang masih menjadi milikku, milik kita.
Bandung, September 2018
Sajadah
Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)
Kedua tanganku tengadah
Mengharap anugerah
Terkadang istikharah
Sejenak kuterperangah
Menyadari kesadaranMu ya Robb
Akankah kumampu menggapai ridhoMu?
Hanya mampu berserah
Moga lelahku menjadi lillah.
Bandung, September 2018
Daddy
Karya : Titi Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)
We do love you
You to us are everything
Without you we are nothing
We always pray for you
Never leave us forever
Bandung, September 2018
PBNU
Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)
Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945
Semua menjadai satu dalam sanubariku
Wahai sahabatku
Mari bersatu padu
Tanpa ragu.
Bandung, September 2018
Ibu
Karya : Titin Agustini, S.Pd, M.M.Pd. (Pengawas Pembina Bandung Timur)
Raut wajahmu nan ayu
Mengharu biru dalam sendu
Gejolak rasa menahan rindu
Semua menjadi satu
Hanya asa nan syahdu
Terpatri merajut kalbu.
Bandung, 25 September 2018
Desainer Perubahan
Karya : Hj. Ida Suyanti, S.Pd, M.M.Pd. Kepala SMPN 53 Bandung)
Abad 21 berjalan...
Tanpa bisa dicegah
Ada yang gelisah
Tak urung juga susah
Zaman Milenia...
Tak perlu busungkan dada
Ramuan SPMI, STEM
Perlu bukti nyata
Dalam sebuah karya
Pekerjaan jangan ditumpuk
Nanti jadi membusuk
Mari... beraksi
Bisa pasti...
Menjadi Desainer Perubahan
Bandung, 16 September 2018
Rindu
Karya : Siti Rohmah, S.Pd.
Dalam diam kutermenung
Ada rasa haru menyentuh kalbuku
Kutertegun dalam anganku
Ada rindu yang menggantung
Di sanubariku
Anganku kembali mengusikku
Tentang sosok dulu yang mengisi
Setiap relung hatiku
Setiap desah nafasku
Kasih...
Lama kita tak bersua
Jarak dan waktu
Telah memisahkan kita
Hanya do’a dan harapku
Semoga kita dapat bersatu
Dalam cinta yang kukuh
Cicaheum, Bandung, 28 Agustus 2017
Memori
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Kau buka memori itu
Membuat hatiku pilu
Terkenang jaman dulu
Kala aku bersamamu
Duhai sahabat-sahabatku
Aku merinduimu...
Dada terasa sesak
Kalbu terasa rusak
Kala rindu mendesak
Namun kutersadar
Aku harus bersabar
Walau sebentar
Anugerah terbesar
Miliki keluarga besar
Sindanglaya, Bandung, 11 September 2018
Hijrah
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Sembilan tahun bersama
Banyak suka sedikit duka
Banyak ibrah di sana
Kupetik jadi ilmu berharga
Tiba saatnya kita berpisah
Aku harus hijrah
Ada rasa resah
Dan gelisah...
Akankah kutemui lagi kesederhanaan
Akankah kutemui lagi persaudaraan
Akankah kutemui lagi keadaban
Akankah kutemui lagi kenyamanan
Enggan rasanya meninggalkan
Namun ada yang lebih membutuhkan
Anak kesayangan...
Sindanglaya, Bandung, 24 September 2018
Persahabatan Tiada Batas
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Jarak tempuh jauh
Waktu jumpa lumpuh
Sulit untuk bertemu
Jika datang rasa rindu
Tubuhku berpeluh
Ruang sudah beda
Usia beraneka
Tapi kita satu rasa
Dalam doa
Ingin bersama
Semua bukan jadi penghalang
Karena kita saling sayang
Semua bukan jadi pembeda
Karena kita satu asa
Semua bukan jadi pembatas
Karena kita berazas
Semua bukan jadi rintangan
Karena kita miliki kenangan
Sahabat, suatu masa
Kita dapat bersama
Walau sekejap
Dalam dekap
Susana berseri
Silaturahmi
Sindanglaya, Bandung, 25 September 2018
Kadang Rindu
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Kadang rasa rindu itu ada
Masa awal kita jumpa
Teringat pergi bersama
Penuh riang dan tawa
Tetiba suasana berubah
Tak mengerti apa penyebabnya
Kita saling curiga
Keadaan sudah tidak nyaman
Seiring air mengalir
Kuingin berakhir
Kita semakin jauh
Tak bisa saling berkeluh
Aku kecewa
Mungkin engkau juga
Akankah terulang
Ceria tak berkurang
Saat dulu kita asyik
Tanpa ada yang berisik
Sindanglaya, Bandung, 28 September 2018
Untukmu Deey
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Ada saat suka
Dekat saat duka
Ada kala butuh
Rindu kala jauh
Saling doa
Tanpa saling tahu
Saling bantu
Tanpa saling ragu
Mengingatkan jika salah
Menenangkan jika kalah
Menguatkan jika hati patah
Mendengarkan jika keluh kesah
Sahabat sejati
Selalu terpatri
Ada di hati
Tak kan terganti
Sindanglaya, Bandung, 28 September 2018
Mainmu Cantik
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Banyak yang berisik
Kau tampak panik
Kau bilang itu taktik
Karana ia berpolitik
Tapi kau tampak asyik
Ah! mainmu cantik
Mungkin kau sakti
Bisa kelabui
Tak ada bukti
Hai kau jangan lali
Ada hati
Yang tersakiti
Sindanglaya, Bandung, 3 Oktober 2018
Lenyapkan Namamu
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd
Kudiam, kau datang
Kusambut, kau pergi
Kuacuh, kau butuh
Kubutuh, kau menjauh
Selalu begitu
Sulit bersatu
Haruskah kuberlalu
Tinggalkan dirimu
Lenyapkan namamu
Di hatiku
Sindanglaya, Bandung, 6 Oktober 2018
Irama Kehidupan
Karya : Lilis Susanah L, S.Pd
Ketika air mengalir di dasar hati...
Ketika angin berhembus menyapa relung jiwa...
Saat itu, gemerincing irama kehidupan terdengar merdu di teligaku
KuasaMu menyentuh kalbu dan membangkitkan imagiku.
Kutunduk padaMu yaa Robb dengan segenap jiwa dan ragaku.
Kutapaki lika-liku jalan dengan hati sabar dan ikhlas
Kadang mulus, kadang terjal, semua kulalui dengan senyum ketabahan...
Dalam setiap sujudku, selalu kuberharap akan limpahan ridhoMu
Kupersembahkansegala rasa dan asaakan curahan anugerah dan rahmatMu.
Ya Rabb... semoga Engkau selalu membimbingku di jalanMu
yang lurus yang Kau Ridhoi.
Aamiin...
Bandung, 7 September 2018
Kesal
Karya : Anggraini, S.Pd.
Seekor kumbang menoreh bunga
Mengubah warna hilang aroma
Hidup bunga tak bahagia
Terlalu lama luka
Kumbang masih ada
Kuncup belum tiba
Masih luka
Bandung, 20 September 2018
Senja di Pantura
Karya : Anggraini, S.Pd.
Senja di sepanjang Pantura
Kini mencurup bumi
Perlahan berputar kemilau bunga
Membias awan menjadi jingga
Laju tanpa halang
Di balik pohonan kerlap kerlip lalu hilang
Manis jadi kenangan
Dalam satu senja sepanjang Pantura meronta
Mengiringi gulita
Berbalut mendung berganti pagi
Kembali bersama pelangi
Bandung, 20 September 2018
Cahaya Hidup
Karya : N. Emma Sumayah, S. Pd., M.M.Pd.
Bagai daun tertiup angin
Jalan sepi berangin-angin
Menemani sunyinya daun
Tuk berjalan yang lebih baik
Bagai rembulan di malam hari
Yang menemani malam ini
Untuk kita jadi mengerti
Bagai dunia yang indah ini
Hidup ini selalu berarti
Menemani sepanjang waktu
Tiada hari yang sepi
Selalu dinanti kehadiranmu
Selalu taqwa kepadaNya
Dan terus berdoa
Untuk meminta kebaikan
Hidup sejahtera selam-lamanya.
Bandung, 24 September 2018
Bidadari Surga
Karya : Nur Kurnia Asih, S.Pd
Dua tahun yang lalu jasadmu terbaring damai
Duka yang amat mendalam serta kehilangan kami rasakan
Saat memandang wajahmu yang tenang tersenyum penuh kedamaian
Masih banyak yang ingin kami berikan untukmu
Masih banyak kebahagiaan yang ingin kami berikan kepadamu
Namun Sang Pencipta telah menjemputmu, karena Dia lebih mencintai dan menyayangimu
Senyum dan tawamu yang selalu ada di hati kami
Di saat segalanya begitu membahagiakan engkau anakku dipanggil
Untuk menghadap Sang Kholiq, seakan tak percaya tapi itu nyata
Berikanlah kepada kami ketakjuban bagi kami sekeluarga yang ditinggalkan agar kami dapat berkumpul, memeluk, dan menciumnyakembali di dalam singgasanaMu yang megah nan abadi
Selamat jalan anakku kami ikhlas mengiringi kepergianmu kembalikepadaNya.
Bandung, 14 September 2018
Kebimbangan
Karya : Yusup Hendrawan, S.Pd.
Ketika kuucap kau tak dengar
Ketika kudiam kau mulai berucap
Mungkin ku harus bersabar
Jalan hidup dengan bertahap
Biarkan matahari secara terik
Asal hati ini tak kelabu
Kau selalu minta menjadi yang terbaik
Namun ucapanku hanya angin berlalu
Ya Robb kuyakin kau dengar
Apa yang selalu ada dalam hati
Kupinta waktu yang sebentar
Ntuk sejalan dalam pemikiran ini.
Bandung, 17 September 2018
HARMONI
Karya : Ir. Mulyati
Merah, Jingga, Kuning
Hijau, Biru, Nila, dan ungu
Sungguh
Paduan warna yang harmoni
Melahirkan pelangi
Jangan pernah berkeinginan
Mengganti satu saja
Dengan warna yang lain
Karena indahnya tak kan sama
Karena namanya bukan lagi
Pelangi....
Bandung, 14 September 2018
DENDROBIUM DAN CALIBRY
Karya : Ir. Mulyati
Tetes tetes embun,
Cemerlang di ujung kelopak dendrobium
Disorot cahaya mentari pagi...
Lincah Calibri melompat dari dahan ke dahannya
Indah nian...
Tergerak jemari meraihnya
Dan tangan ini menggenggam
Sosok kecil Calibry dari ujung Dendrobium
Sunyi....
Tak ada lagi ayunan indah Dendrobium
Tak ada lagi lompatan lincah Calibry
Semua terenggut genggaman atas nama kasih,
Terbelenggu...
Ku lepas genggaman...
Ku hantar Calibry terbang
Melompati Dendrobium,
Menembus cakrawala,.
Menikmati kehidupan
M e r d e k a...
Bandung, 14 September 2018
BALADA KEHIDUPAN
Karya : Ir. Mulyati
Ku telusuri hamparan bumi yang luas,
Kutemui ribuan kerikil
Tak jarang tersandung dan terpeleset
Bahkan tersungkur...
Ku terus melangkah....
Ku jumpai bukit menjulang
Hijau, indah berbunga
Aku harus mendakinya!
Ku dapat tongkat yang kuat,
Mengantarku ke puncak bukit
Menghirup segar udara kehidupan
Nikmat....
Tiba-tiba....
Badai menerpa,
Merenggut tongkatku
Aku limbung....
Bukit belum tuntas ku kitari
Bandung, 14 September 2018
Anugerah
Karya Rochaeni, S.Pd.
Matahari pagi mulai bersinar
Menampakkan senyuman yang berbinar
Kusambut pagi dengan suasana segar
Penuh harapan yang sangat tegar
Ya Allah berikanlah kesejukan pada umatmu
Yang ikhlas mengumandangkan ayatmu
Dan selalu melangsungkan asmaul husna untukmu
Sebagai umat yang selalu menghamba padaMu
Aku selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan
Atas anugerah yang selalu Engkau limpahkan
Atas karunia dan rizki yang Engkau panjankan
Semoga menjadikan nilai ibadah yang Engkau tuliskan
Bandung, 16 September 2018
Sunyi
Karya : Rochaeni, S.Pd.
Tengah malam dingin mencekam
Aku terbangun di suasana yang pekam
Di sekitar hanya terasa suasana yang kelam
Dan gemercik air kolam yang begitu terekam
Ya Allah... di keheningan malam aku berdoa
Menengadahkan tangan yang berlumur dosa
Aku pasrahkan seluruh jiwa dan raga
Semoga engkau mengampuni kesalahan hamba
Ya Allah Yang Maha Pelindung
Aku mohon jagalah umatMu dari sifat bingung
Dan jauhkan dari perbuatan dan perkataan sombong
Agar hidupku selamat di masa datang.
Bandung, 16 September 2018
Kota Kecil Sarat Makna
Karya : Ai Yunita, S.Pd.
Kala berpijak di teras batas kota
Tatkala senja menjemput sang rembulan, tercium hawa kerinduan
Disambut gemerlap sinar hamparan taman, bertajuk indahnya keagungan
Terlukis semburat biasan cahaya 99 nama Mu manjakan pandangan
Geliat pelaku malam meretas berjuta harap bermacam tujuan
Entah sekedar menyongsong petang, atau mengais pundi di bentangan trotoar
Itulah Cianjur, Kota kecil sarat makna dan untaian kenangan
Aroma kerinduan tanah kelahiran kian merasuk
Ditegur kokohnya lengkungan gapura penghubung kampung
Sayup-sayup alunan ayat suci terlantun dalam remang
Kala kunang-kunang menyapa aroma senja berganti malam
Kala rusuk tertusuk bau alam khas pedesaan
Terbentang jalanan lenggang seolah tak bertuan
Berjuta kenangan termaktub disana....
Disepanjang remang lalu lalang orang berjuta keramahan
Terukir senyum tanpa kemayaan semu, terpancar ketulusan tanpa alasan
Disanalah tempat raga ini bermetamorfosa
Tanah kelahiran, menjadi saksi langkah ini tertatih hingga terlatih
Tak kan musnah dalam benakku, sekalipun raga ini terpaut jarak
Cianjur, Kota kecil sarat makna dan untaian kenangan
Bandung, 15 September 2018
Andai
Karya : Henni Ratna Juwita
Andai waktu bisa kembali
Aku hanya ingin tidur di pangkuanmu, Ibu
Sambil bercerita dan berbagi isi hati juga
Liku hidup yang sedang aku alami seperti masa itu
Dan kini aku hanya ingin kau yang tahu isi hati ini
Aku rindu nasehatmu, ibu!
Bandung, 17 September 2018
Batu Kerikil
Karya : Henni Ratna Juwita, M.Pd.
Derasnya air hujan mengguyur bumi
Seakan air mata mengguyur kehidupan
Jejak kaki seakan tak tahu arah
Arah kehidupan terombang ambing terkoyak
Seakan mencabik-cabik langkahku yang sedang melaju kencang
Hujan itu begitu deras
Sehingga tak sanggup ku membuka mata
Mentari yang ku harapkan tak kunjung datang
Hanya gelapnya malam yang setia menemani malamku
Kuberharap ini adalah mimpi
Yang ketika ku membuka mata
Dunia sedang tersenyum padaku
Bandung, 24 September 2018
Atas Nama Cinta
Karya : Erna Dachlia, S.Pd.
Aku mencintai lewat hatiku, bukan lewat mataku
Aku menyayangimu dengan perasaanku, bukan dengan pikiranku
Aku mengasihimu dengan jiwaku, bukan dengan ragaku
Kutulis namamu di hamparan pasir putih, namun tatkala ombak datang lenyaplah sudah...
Kutulis namamu di langit biru, namun tatkala angin berhembus, tehapuslah sudah...
Atas ama cinta, maka kutulis namamu di hati ini...
Duhai kasih...
Di sinilah namamu abadi selamanya...
Terukir dengan tinta berwarna jingga
Bandung, 16 September 2018
Roda Kehidupan
Karya : Sari Rachmawati Utami, S.Pd
Tak selamanya aku merasakan tawa
Tak selamanya pula aku merasakan sedih
Ketika hidup, pasti merasakan roda kehidupan
Roda kehidupan yang selelu berputar setiap saat
Sama halnya seperti perasaan
Adakalanya aku merasa acuh
Bahkan adakalanya aku merasakan rindu
Yang entah tiba-tiba datang dalam hatiku
Do’aku selalu menyertai namamu dalam setaip sujudku
Berharap engkau adalah jawaban dari setaip do’aku
Mungkin bagiku cukup tuhan yang tau
Tentang bagaimana perasaanku saat ini.....
Bandung, September 2018
Ibu
Karya : Reni Anggraeni, S.Pd., M.M.Pd.
Sayangmu... kasihmu... selalu
Kau berikan padaku
Kau banting tulangmu
Kau peras keringatmu
Walau kau lelah
Tak pernah kau rasa
Ku selalu mengecewakanmu
Namun kau selalu berusaha tersenyum
Kau tak pernah berhenti memberi semua itu
Kaupun juga tak pernah sedikitpun meminta balasan dariku
Karena ku tahu kau lakukan semua itu
Hanya untuk membuatku bahagia
Kau terangi hidupku
Kau pelita dalam setiap langkahku
Bandung, 17 September 2018
Pasrah
Karya : Sri Kusniawati, S.Pd.
Tertawa lepas itu khayalan
Merasa bahagia sebatas harapan
Lelah berharap sudah suratan
Yang aku tahu ini kenyataan
Sendiri sudah biasa
Terluka tak ada bedanya
Sepi rajai hati
Di mana teman tiada berkawan
Jalani hari lalui kehidupan
Tetap langkah ini tak mau berhenti
Hati ini sudah terlalu lelah
Harap ini sudah cukup goyah
Yang bisa dilakukan hanyalah pasrah
Cahaya hidup semakin suram
Harap kau muncul malah kacaukan keadaan
Lantas ini apa yang tersisa???
PadaMu kugantungkan harapan
Langkah terakhir sebagai pelengkap
Karena ku tahu Kau ada
Bandung, 13 September 2018
Anak Sholeh
Karya : Lilis Endang Sari, S.Pd.
Tak banyak harta yang kumiliki
Kuhanya punya rasa
Rasa cinta yang dalam
Tak banyak materi yang kuberi
Ku hanya punya harapan
Harapan ikhlas darimu
Ikhlas menjadi anak yang sholeh
Tauladan bagi saudaramu
Tabungan ayah bunda di surga
Bandung, 17 September 2018
Macet Oh Macet
Karya : Yunelin Yuningsih, S.Pd.
Kau tampakkan Rupamu ….
Setiap pagi, siang, sore dan malam hari
Jika Rupamu tak tampak di hadapanku ….
Ada perasaan tenang & damai menyelimuti hatiku ….
Jika Rupa mu Nampak ….
Entah siapa yang harus ku persalahkan
Apakah orang-orang yang terlalu konsumtif?
Sehingga kendaraan semakin banyak
Ataukah Pemerintah yang belum juga merealisasikan
Pelebaran jalan yang sudah di canangkan
Bertahun tahun yang lalu
Entahlah ….
Yang pasti, ku tak boleh menyalahkan siapa-siapa ….
Ku harus dapat mengatur jadwal ….
Jadwal Kegiatan sehari hariku dengan bijak ….
Sehingga ku tak merasa tertekan
Atas Penampakan Rupamu
Bandung, 17 September, 2018
Al- Qur’an
Karya : Drs. Aris Sueb Afandi
Firman Sang Maha Pencipta
Bagi semua manusia tanpa kecuali
Sebagai pedoman
Dalam kehidupan
Kala kita membaca
Dengan penuh pemaknaan
Membuat hati menjadi tenang
Bersimpuh di hadapan Sang Pencipta
Al-Qur’an penunjuk jalan
Agar insan tak sesat
Dalam iman
Menuju kehidupan nan kekal
Abadi tak bertepi
Bandung, 18 September 2018
Terbanglah Indonesia
Karya : Engkus Herdian, S.Pd.
Terbanglah Indonesia
Terbanglah ke langit bebas
Capai bintang hingga jauh melambung
Tunjukkan merah putihmu pada dunia
Terbanglah Indonesia
Tak kan ada yang bisa mengikatmu juga mengurungmu
Kita bukan jangkrik di dalam kotak
Kita bebas merdeka
Terbanglah Indonesia
Terbanglah ke mana kau ingin terbang
Lihatlah ke mana-mana kau ingin lihat
Cintailah apa yang kau ingini
Kebebasan bersandar di raja kita
Karena kita merdeka
Terbanglah Indonesia
Dunia harus tahu Indonesia bangsa yang hebat
Bangsa yang menghargai perdamaian
Tapi bukan berarti bisa diam jika kebebasan direnggut
Takkan biarkan hak kita diinjak-injak karena
Indonesia sudah merdeka di tahun empat lima
Bandung, 18 September 2018
Kiamat
Karya : Rohaeny Oktary, S.Pd.
Langit ditegakkan berlapis-lapis
Dan bumi sebagi sangganya
Matahari sebagi pusatnya
Apabila langit dan bumi
Dogoncangkan dengan dahsyatnya
Apabila sang surya
Lemah dengan daya hantar siarnya
Redup tak bersinar
Hancur...
Dan binasa...
Apabila manusia dibangukan
Inilah hari pembalasan
Bandung, 16 September 2018
Waktu
Karya : Drs. Pulung Susiyono, M.M.
Waktu tidak terasa
Seiring dengan perjalanan alam semesta
Bumipun berputar mengikuti porosnya
Duka dan bahagia silih berganti yang membawa cerita
Membuat insan lupa diri dan terlena
Hanya iman dan taqwa yang selalu menjaga
Menjadikan energi yang selalu ingat kepada Yang Maha Kuasa
Kuasa terhadap jagat raya yang tercinta
Wahai Yang Maha Kuasa dan Abadi
Kami yang tercipta tetapi selalu lupa diri
Lupa bahwa semuanya akan kembali
Berilah kami waktu untuk benah diri
Sebelum ajal menjemput kami
Agar kami hidup ini tiada merugi
Membawa bekal untuk meniti hidup abadi
Berselimut keridhoanMu
Yangkunanti
Bandung, 20 September 2018
Toa
Karya : Sutiawan, S.Kom.I, M.Pd.
Tuhan Yang Maha dekat apalah guna toa itu
Teriakan namaMu menggema namun di hati alpa
Adzan adalah panggilan nurani mengetuk relung hati
Tuhan memanggilMu untuk menghadapNya
Dari sudut mesjid ada kakek tua berkata
Lalu aku bingung kepala bingung
Egois ini masih melekat erat dalam jiwa
Sombong, angkuh merajalela
Lima kali sekali toa itu berkumandang
Dari mesjid dan mushola
Saling bersahutan namaMu selalu disebut
Memanggil hamba yang lupa
Untuk bersujud kepada Sang Pencipta
Kalau tidak ada dirimu Tuhan
Aku yakin toa itu tidak akan mengumandangkan namaMu
Sindanglaya, Bandung, 16 September 2018
Pohon Cengkeh
Karya : Rohmat, S.Pd. (staf Tata Usaha)
Pohon...
Kau menyayangiku
Tapi aku acuh padamu
Kau melindungiku
Tapi aku tidak pernah melindungimu
Tapi aku sangat membutuhkanmu
Haruskah aku menjaga kamu
Seperti kamu menjaga aku
Bandung, 3 Oktober 2018
Lupa Diri
Karya : Dede Ramayanah, S.Pd.
Di tengah segara kokoh terjulang
Tegas berdiri di hamparan lautan
Derai ombak tak henti mengikis
Menerjang raga meyapa sukma
Sepintas datang sekelebat bayang
Serpihan usang tertata hampa
Seringai haru tersbungkus senyum
Luka menganga terselimut tawa
Sekian lama diambang bimbang
Celah hati mendamba rengkuhan
Mencoba tertatih menggapai tepi
Walau sebenarnya takkan punya arti
Dan mustahil sampai di tepi
Karena aku sebongkah karang yang terkuliti
Bandung, 22 September 2018
Hujan di Sore Hari
Karya : Apriyani Nurhayati, S.Pd.
Aku selalu menyukai hujan
Yang terus turun dengan iramanya
Aku menyukai hujan
Dengan hatiku
Bersama rasa yang dipercikan oleh hujan
Kau,
Apa menyukai hujan
Setiap butir yang jatuh kau selalu tersenyum
Apa kau tidak menyukai hujan
Disetiap rintiknya kau menjauh
Hujan
Kau menebarkan segala rasa hingga kerusuk
Hujan
Kau membagi cerita kepada semesta
Dan hujan
Mengajarkan segala apa yang dia punya
Dengan sendirinya
Bandung, Oktober 2018
Menggapai
Karya : Afriyani Nurhayati, S.Pd.
Terik menggigit hingga tulang
Meringis terus menahan sakit
Pernahkah kau merasakan
Sedikit saja merasakannya
Peluh mengalir membasahi tubuh
Terus mengalir hingga kering
Mulai mengubah warna tubuh
Dan meninggalkan jejak nyata
Inilah yang kau kejar
Kejar tanpa henti
Berlari tanpa menoleh
Hingga kau merasa tak mampu
Tulang tak lagi berasa kokoh
Lelah terasa
Lemah bersemayam
Masih mampukah kau berlari
Berlari dengan tanpa henti
Bandung, September 2018
‘USIK’
Karya : Afriani Nurhayati, S.Pd.
Jika malam kau anggap sebagai kesunyian
Apa yang kau anggap keramaian
Kau diam dalam kesunyian
Kau berisik di keramaian
Jika berisik kau anggap sebagai penguasa
Apa yang kau lihat sebagai penindasan
Kau jilat segala yang ada
Kau telan segala yang ada dibumi
Maka kemana akan kau simpan semua yang kau telan itu
Bandung, September 2018
Bunga ku
Karya : Apriyani Nurhayati, S.Pd.
Hijaumu sangat berwarna
Memadukan keindahan mahkota dan kelopakmu
Memberikan kesejukan di pojok ruangku
Saat hijaumu
Kau memberikan kenyamanan tersendiri
Untuk setiap yang memandangmu
Hingga kini
Saat kau berubah menjadi coklat
Kau pun masih memiliki keindahan yang sama
Warna mu mengajarkan setiap perjalanan
Yang ku lalui hingga kau berubah seperti sekarang
Meski ada satu diantara banyaknya warna mu
Kau tetap menjadi pelindung bagi yang berbeda
Indah mu masih tetap sama
Saat kuraih dan kurawat
Hingga kau berubah warna
Maaf mengacuhkanmu untuk beberapa saat
Dan itu tetap tidak mengubah apapun
Yang ada padamu...
Bandung, Oktober 2018
MAAF
Karya : Ridha Retna, S.AP.
Ktika amarah memuncak akal pikiran tak terkendali,
Ucapan pun tak mampu dipilah, yang ada saat itu hanya ego dihati,,,
Bagaimana untuk menang,,
Bagaimana untuk melindungi diri,,,
Bagaimana untuk tetap bertahan,,,
Ketika waktu mulai berlalu, logika pun mulai berbicara,,,, kebenaran pun mulai tampak rasa malu dan rasa penyesalan pun mulai menyergap,,,,
MAAF,,,,
Yaa,,, hanya kata itu yang terlontar dari mulut,,,
ktika tangan tak mampu meraih,,,
ketika waktu tak mampu terulang kembali,,,
penyesalan pun tak ada arti,,,
hanya meninggalkan sesal dan luka dihati,,
Bandung, Oktober 2018
PERBEDAAN
Karya : Ridha Retna Amalia, S.AP.
Dalam ilmu matematika kita mengenal istilah himpunan, irisan, gabungan, bagian dan bukan bagian,,,
Semua itu ada karena ada sebuah perbedaan,,,
Tanpa ilmu dan pemahaman yang cukup perbedaan bermetamorfosis menjadi monster yang sangat menyeramkan,,,
Bagaimana tidak perbedaan mampu menciptakan konplik
Bukankah sang Pencipta menciptakan perbedan syarat akan makna dan arti ???,,,
Selayaknya pelangi berwarna-warni,,,
Dengan perbedaan kita mengenal arti sebuah menghargai
Dengan perbedaan kita mengenal arti sebuah menghormati
Dan dengan perbedaan pula kita mengenal rasa syukur kepada ILLAHIRABBI,,,
Bandung, Oktober 2018
Sekejap
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Tak lama kumengenalmu
Tak banyak waktuku untukmu
Tak sempat kumemanjakanmu
Namun ku telah sayang padamu
Hingga ajal menjemputmu
Doaku selalu menyertaimu
Sindanglaya, Bandung, 25 Oktober 2018
Kisahmu Pilu
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Kisahmu pilu
Tak banyak yang tahu
Begitupun aku
Kubaru mengenalmu
Hingga kutahu tentangmu
Kala ususmu terganggu
Ajalpun menjemputmu
Itu terbaik untukmu
Kami menyayangimu
Allah lebih sayang padamu
Doaku selalu untukmu
Sindanglaya, Bandung, 25 Oktober 2018
Sayangku
Karya : Ina Widiati, S.Pd.
Dunia itu adalah fana
Semesta akan tercipta
Bukan berarti akan kita nikmati saja
Ketika sang maha pencipta sudah berbicara
Semua itu akan sirna hanya dalam satu kedipan mata
Sama halnya seperti ketika aku tahu bahwa
Sayang kamu itu hanya semu belaka
Apakah kamu tahu ?
Bagaimana rasa hati ini karena ulahnya kamu ?
Setelah beribu-ribu harap aku inginkan kamu
Sakitnya hingga menusuk jantungku
Ternyata aku salah memberi sayang ini pada
Kamu yang singgah sebentar saja
Tidak ada niat sedikitpun menjadikan aku rumah
Dan ini adalah kenyataan yang sungguh-sungguh menyesakan dada
Bandung, September 2018
Belahan Hati
Karya : Dewi Hanny Handayani, S.Pd.
Beranjak dari dasar kalbu
Dari dentang waktu
Yang terus berlalu
Tergambar kenangan demi kenangan
Manis untuk dikenang ulang
Indah untuk dilukiskan
Kenangan bersama
Nostalgia bersama
Alangkah indah untuk dirasa
Demi masa… suatu masa
Masih banyak yang tersisa
Yang perlu kita jalin bersama
Bandung, 21 September 2018
Hujan
Karya : Agus Amin Sahrum, A.M.Pd.
Air hujan ini terlalu deras
Hingga mataku sulit tuk terbuka
Ingin kumelihat indahnya pelangi
Namun apa daya mataku
Tertutup kabut
Air hujan ini begitu deras
Sejenak kuterdiam
Teringat masa indah kecil dulu
Tak ada beban
Kunikmati setiap butiran air yang turun
Apakah masa itu kan terulang lagi?
Bandung, 21 September 2018
Sisa Kepedihan
Karya : Siti Rohmah, |S.Pd.
Seperti sirnanya mimpi direnggut embun pagi
Meski mentari cerah menyapa
Namun, tak urung kesedihan juga kurasa
Dan air mata mewakili gerimis pagi ini
Lalu senyum itu pergi jauh
Jauh entah ke mana
Sedang mentari merangkak semakin tinggi
Tak perduli lagi dengan mimpiku
Atau dengan sisa kepedihan ini
Aku pernah kalah
Aku pernah bersalah
Dan ini bukan permainan
Walau aku pernah dipermainkan
Namun aku tak pernah menanam kebencian
Bandung, 5 September 2018
Makna Kedamaian
Karya : Siti Rohmah, S.Pd.
Kala malam semkain larut
Aku terpaku di dalam kesunyian
Terdiam menatap ilusi kesedihan
Diriku seakan terbiarkan dalam kehampaan
Kebekuan jiwa menjelma
Kedinginan nurani selalu menemani
Merindu tentang kehangatan
Aku bermimpi tentang keindahan
Saat tirai kegalauan mulai tersibak
Fatamorgana menjauh dari realita
Hingga tersingkaplah dunia yang cerah
Makna kedamaian yang hakiki
Bandung, 9 September 2018
Lentik
Karya : Neneng Dian Handayani, S.Pd.
Senyummu manis
Hentikan aku menangis
Sembuhkan kalbu meringis
Dari hati teriris
Bulu matamu lentik
Kau makin unik
Kian aku tertarik
Syukurku pada Sang Khaliq
Miliki kau cantik
Sindanglaya, Bandung, 7 November 2018
Terima Kasih Guru
Karya : Anggarini, S.Pd.
Setiap kali yel yel itu diserukan
Ayo membaca...
Ayo membaca...
Tak ada geming
Tak ada gerak
Tak ada gertak
Tanpa sentuhan
Kini tidak lagi
Guru pengarah ilmu
Tidak hanya yel
Tapi dengan gerak nan gemulai
Terima kasih guru
Bandung, 1 November 2018
Bagaimana Aku Harus Kecewa
Karya : Anggraini, S.Pd.
Aku tidak dapat berbuat banyak, sepertinya lebih baik mngalah dari pada harus berdebat
Sebuah kekurangan atau kelebihan yang didapat
Sungguh sangat kecewa
Aku harus tegar menyikapi keadaan ini
Jangan sampai meneteskan air mata
Itu hanya sebuah dilema saja, setitiknoda, ada yang lebih penting dan banyak hal yang harus dibenahi
Kupersembahkan hidup ini kepadaMu
Engkau yang mengatur
Apa artinya jika harus menyerah
Aku harus kuat
Allahu Allah...
Bandung, 9 Februari 2015
Surgaku Untukmu
Karya : Nur Kurnia Asih, S.Pd.
Tangan mungil tak lagi lincah
Bibir mungilnya tak berceloteh nyaring
Bening matanya seredup lampu malam
Derap kaki mungilnya tak terdengar lagi
Senyum dan tawanya lenyap terbawa malaikat
Kenapa Kau ambil dia dengan paksa
Kenapa Kau rebut dia dari pangkuanku
Sedang rindu tak tertandingi
Sedang cintatak tertumpah
Anakku…
Tunggu aku di surga
Bintang Agung, Bandung, Desember 2014
Anakku Guruku
Karya :Nur Kurnia Asih, S.Pd.
Aku tak tahu teriknya mentari
Aku tak tahu terangnya rembulan
Yang aku tahu hanya gelapnya malam
Saat itu senja menguning
Kau menggambarkan semua
Cerita tentang indahnya dunia
Tiba-tiba gelapnya malam menceritakan
Bahwa kau guruku
Yang mengajarkanku segala hal
Yang tak pernah aku tahu
Kau pergi jauh dan tak kan kembali
Bintang Agung, Bandung, Desember 2014
Datanglah
Karya : Nur Kurnia Asih, S.Pd.
Kutanya sore akankah malam kan datang
Kunanti kelamnya malam
Menenggelamkan terang
Waktunya bermanja setelah seharian berperang
Mengumbar tuntutan hati yang radang
Semoga
Dingin malam membasuh hati
Rinai malam mengekang nafsu duniawi
Fajar menjelang saatnya menafakuri diri
Jujur aku terus mencari
Di batas waktu yang takbertepi
Di batas ruang tak bersekat
Ku berdiri menanti
Berita langit
Yangberkata …
Siap mengantarmu menjadi pemenang sampai waktunya kau pulang
Kelam malampun pergi
Menyisakan sedikit dingin
Untuk menantang hari
Bale Endah, Bandung, 28 Desember 2017
Tak Seharmoni Pelangi
Karya : Ai Yunita
Paduan goresan warna pelangi menghipnotis
Elok beriringan walau tak identik
Beraneka tapi seirama
Kontras, namun selaras
Ah, andai seharmoni pelangi
Lesapkan keegoan dalam simfoni
Leburkan ambisi dalam satu misi
Mungkin mengalun bersinergi
Buahkan komposisi menginspirasi
Tapi sayang, tak seharmoni pelangi
Bandung, 08 Nopember 2018
Pagi (Di Jalan Cileunyi)
Karya : Ai Yunita
Kala mentari menyapa pagi
Pejuang mimpi bergegas menyapa hari
Siap bergumul menantang kebisingan
Berlomba raih rongga ruas melintas
Dalam kepenatan karena tuntutan
Terlukis beragam ekspresi,
Terdengar lengkingan klakson bersahutan
Kadang terdengar teriakan, bahkan cucuran darah
Disitu kemanusiaan kadang sirna
Terkalahkan keegoan tujuan ambigu
Demi berlari taklukan mimpi
Bandung, 08 Nopember 2018
Pengirim : Admin
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Pandemi Covis-19 Melanda Dunia
- Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
- Puisi Siswa
- Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
- LIMA TIGA MENUJU ADIWIYATA PROPINSI
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online