HellMe@AnarchoXploit Selamat Datang di Website Resmi SMP Negeri 53 Bandung
Banner
Dinas Pendidikan Kota Bandung
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Statistik

Total Hits : 257499
Pengunjung : 143189
Hari ini : 40
Hits hari ini : 120
Member Online : 0
IP : 216.73.216.212
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

   Muhammad Zaky Hasan, S.Pd.
Agenda
01 May 2026
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Esai

Tanggal : 25-07-2019 10:03, dibaca 505 kali.

Lestarikan Tatar Pasundan

Oleh : Ananda Fatmawat i(SMPN 53 Bandung)

 

Tatar Pasundan (Suku Sunda) yang terletak di Pulau Jawa Barat memiliki keadaan sosial geografis yang turut menjadikannya sebagai daerah yang kaya akan keanekaragaman sumber daya alam. Sumber daya alam ini harus dilestarikan, salah satunya dengan adanya kearifan lokal yang biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Upaya melestarikan alam juga dapat dilakukan dengan cara mengurangi sampah plastik, menjaga kelestarian hutan dan menanam pohon. Dengan begitu bencana seperti banjir dan longsor yang terjadi di Tatar Pasundan ini dapat diatasi.

Alam Pasundan memiliki keistimewaan dengan tingkat keanekaragaman tumbuhan jauh melampaui wilayah lain di pulau Jawa. Namun sudah banyak yang kurang peduli, penebangan pohon liar semakin banyak di Alam Pasundan ini dan Sekarang ini di Jawa Barat bencana banjir dan longsor semakin marak diberbagai daerah. Hal ini dikarenakan penyerapan air yang semakin berkurang, sehingga saat musim hujan air akan meluap dan mengakibatkan banjir, sedangkan saat musim kemarau terjadi kekeringan akibat kekurangan air. Maka dari itu Alam Pasundan patut dijaga, dirawat, serta dipelihara dengan baik agar dapat memberikan manfaat bagi semua orang.

Di zaman sekarang kaum muda kurang peduli terhadap permasalahan lingkungan. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal dan juga tentang pelestarian lingkungan. Padahal dengan perkembangan zaman yang cukup pesat kita dapat mendapatkan informasi tentang pelestarian alam kapanpun dan dimanapun kita berada. Seharusnya kita sebagai kaum muda memahami nilai-nilai kearifan lokal untuk menjaga Alam Pasundan ini, sehingga dapat membuat alam kita semakin nyaman untuk ditempati dan alam akan memenuhi kebutuhan kita. Contohnya kita dapat membuat obat tradisional dari berbagai tumbuhan seperti tumbuhan kencur yang bermanfaat sebagai obat sakit kepala, masuk angin, batuk dan flu dan masih banyak lagi.

Dizaman dahulu, penduduk pribumi memanfaatkan dedaunan yang lebar sebagai pengganti plastik, mereka membungkus gula aren menggunakan daun kelapa yang sudah tua, membungkus nasi menggunakan daun pisang, membungkus tape ketan menggunakan daun jambu atau memanfaatkan daun jati sebagai pembungkus makanan. Sehingga sampah yang dibuang akan mudah terurai tanah. Di zaman sekarang masih ada beberapa yang melakukan budaya seperti itu, namun kebanyakan orang berfikir lebih baik menggunakan plastik karena lebih mudah didapat. Padahal jika tidak menggunakan daun sebagai bahan pembungkus pun, dengan membawa tas sendiri saat akan berbelanja, sehingga nantinya bisa digunakan kembali, maka dengan begitu volume sampah plastik akan secara bertahap berkurang, alam pun kembali terjaga dan meminimalisir bencana akibat kerusakan alam.

Sebagai contoh salah satu cara penerapan untuk mengurangi sampah plastik di Kota Bandung dengan meluncurkan Program Kang Pisman. Program ini tercetus karena di Kota Bandung sendiri volume sampah semakin meningkat, dihawattirkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang menjadi muara sampah-sampah tersebut tidak akan bisa menampung lagi. Sehingga Wali Kota Bandung meluncurkan program Kang Pisman, akronim dari Kang (kurangi), Pis (Pisahkan), Man(manfaatkan). Dengan adanya program tersebut diharapkan masyarakat kota Bandung lebih peduli terhadap lingkungan dan alam. Salah satunya dengan mengurangi produksi sampah. Wali Kota Bandung mengatakan " Kalau pengelolaan sampah sudah jadi budaya warga kota Bandung, Insya Allah tidak akan lagi ada masalah". Ujar Bapak Oded dibalai Kota Bandung, Rabu (10/10/2018) (sumber:detiknews). Dengan begitu diharapkan kota lain dapat menjaga kelestarian alam. Sampah plastik juga dapat didaur ulang menjadi barang yang berguna. Misalnya membuat tempat pensil dari botol plastik, membuat pot dari botol plastik dan masih banyak lagi.

Di Tatar Pasundan ini memiliki banyak hutan yang harus kita jaga, namun masih banyak yang belum sadar akan pentingnya hutan bagi kehidupan manusia. Padahal hutan memiliki banyak manfaat. Hutan sudah seperti paru-paru dunia, karena dengan adanya hutan kita dapat menghasilkan oksigen. Setiap pohon besar mampu memproduksi 4.580 oksigen pertahun. Sedangkan seseorang membutuhkan oksigen 2,9 kg/Hari yang berati sekitar 1.058,5 kg/tahun. Maka dari itu sebaiknya kita menanam setidaknya satu pohon besar dipekarangan rumah agar kebutuhan oksigen tercukupi, dan udara dirumah terasa segar. Dengan begitu kita harus melestarikan hutan, misalnya dengan melakukan reboisasi, menerapkan sistem tebang-pilih, menerapkan sistem tebang-tanam, melakukan penebangan secara konservatif (penebangan pohon yang sudah tidak berproduktif).

Kelestarian hutan tidak hanya bermanfaat untuk manusia. Kelestarian hutan juga bermanfaat bagi hewan. Hutan merupakan tempat tinggal bagi hewan, sehingga jika hutan mengalami kerusakan maka tidak hanya manusia, hewan-hewan juga akan terkena dampak dari kerusakan hutan tersebut. Contohnya matinya hewan-hewan karena kehilangan tempat tinggal dan kesulitan mendapatkan makanan. Maka dari itu kita harus menjaga hutan untuk kepentingan makhluk hidup.

Selain dengan melestarikan hutan, kita juga dapat menanam pohon. Misalnya, jika mempunyai lahan yang kosong sebaiknya ditanami berbagai pohon-pohon. Sebab walaupun Tatar Pasundan ini sudah banyak berbagai tumbuhan, tetapi sudah banyak mengalami penurunan karena pengalihan lahan yang digunakan untuk pemukiman penduduk dan pertanian. Dengan menanam pepohonan maka akan menanbah kesejukan dan mengurangi polusi udara yang dapat membahayakan kesehatan kita. Terutama pohon-pohon yang akarnya banyak menyerap air dapat mencegah terjadinya bencana banjir. Seperti pohon terambesi, pohon mahoni, pohon bambu, pohon beringin dan masih banyak lagi. Sebagai contoh terjadi di Ibu Kota Jakarta, disana sering dilanda banjir, dikarenakan kurangnya penyerapan air, terlalu banyak gedung-gedung dan jalan-jalan beraspal yang tidak bisa menyerap air, sehingga ketika turun hujan mengakibatkan terjadinya banjir. Oleh karena itu jagalah Alam Pasundan ini jangan sampai merusaknya karena suatu saat alam akan murka.

Contoh lain, gerakan penanaman pohon dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Gunungkidul Yogyakarta, Sabtu (9/12/2017) )sumber:voaindonesia). Acara penanaman 45 ribu pohon digelar dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2017. Presiden Jokowi mengatakan " Jangan hanya manajemen seremonial, nanam 1 miliar, 1 juta pohon (kemudian) lupakan. Rakyat senang hal konkret, nyata dan ada manfaat nyata, dan yang bisa kita lihat fisiknya karena menyangkut anggaran yang sangat banyak. Rugi bila gerakan penanaman pohon hanya sekedar jadi ajang seremonial, apalagi bila gerakan itu dibiayai duit negara.” Maka dari itu kita patut menjaga Alam Pasundan ini agar ada manfaat nyata dan diharapkan agar masyarakat menumbuhkan kesadaranya untuk berperan aktif didalam menjaga kelestarian hutan.

Dengan demikian kita harus menjaga Alam Pasundan ini agar bermanfaat bagi kita semua. Banyak cara yang dapat kita lakukan seperti yang sudah diuraikan diatas. Upaya melestarikan alam dapat dilakukan dengan adanya kearifan lokal. Kita juga dapat mengurangi sampah plastik untuk menyelamatkan Alam Pasundan, karena sampah plastik sulit untuk diuraikan. Kita juga dapat memanfaatkan sampah plastik dengan mendaur ulang menjadi bahan yang berguna, kita juga harus terus melestarikan hutan, karena hutan sudah seperti paru-paru dunia. Dengan adanya hutan kita dapat menghasilkan oksigen untuk kita hirup. Namun sekarang ini kondisi hutan sangat memprihatinkan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini mengakibatkan terjadinya bencana-bencana seperti longsor dan banjir bandang yang memasuki pemukiman penduduk. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama melaksanakan berbagai program penghijauan untuk hutan kita yang sangat memprihatinkan ini. Salah satunya dengan menanam pohon yang banyak menyerap air. Jika upaya pelestarian alam yang sudah diuraikan diatas dapat dilaksanakan dengan baik kemungkinan besar Alam Pasundan ini akan memberikan banyak manfaat bagi seperti terhindar dari berbagai penyakit, seperti DBD, diare,mpenyakit paru-paru, terhindar dari bencana alam seperti banjir dam tanah longsor, udara akan terasa segar dan terhindar dari polusi udara. Maka dari itu lestarikanlah Tatar Pasundan ini.

 

Sumber :

https://www.voaindonesia.com/a/jokowi-satu-miliar-pohon-dan-penghijauan-laut/4158226.html

https://www.pemburuombak.com/berita/nasional/item/1755-seluruh-rakyat-indonesia-harus-sadar-akan-potensi-sumber-daya-hutan-indonesia

https://m.detik.com/news/berita-jawa-barat/d-4250255/wali-kota-bandung-kampanyekan-kang-pisman-untuk-kelola-sampah

https://sabdabumi.blogspot.com/2018/05/pohon-penyerap-air-terbaik.html?m=1



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas