Artikel
Cerpen
Tanggal : 25-07-2019 10:05, dibaca 475 kali.
Solidaritas dalam Perbedaan
Oleh: Winda Juliawati
Perkenalkan namaku Syakila Julia Zulfa bisa di panggil juga Syakila saja, Aku duduk di kls 8B SMP Negeri 53 Bandung, Aku mempunyai 5 orang sahabat yang sejak kls 7 selalu bersama-sama, namanya Khanza Ia berasal dari Minang, Aghnia merupakan keturunan Tionghoa, Zhafira anak ibu kantin sekolah, Safira dan Rahma mereka sama-sama orang Sunda seperti Aku, mereka mempunyai sifat yang berbeda dan latar belakang yang berbeda-beda, namun kami seperti pelangi hiasi cakrawala, warna kami layaknya komposisi yang saling melengakapi, ibarat simfoni yang mengalun dari lantunan nada berbeda namun melahirkan harmoni selaras.
Hari ini Aku berangakat sekolah agak terlambat karena semalam Aku mengerjakan PR sampai larut malam hingga jam tidurku terganggu. Sesampainya di sekolah sahabat-sahabatku sudah menunggu, "Dari mana saja kamu Sya? tumben telat, biasanya kan kamu yang paling cepet datang ke sekolah." tanya Aghnia. "Iya nih, semalam Aku mengerjakan tugas terlalu larut jadi agak telat bangun!". Kataku sambil menyimpan tas.
Bel pun berbunyi *kring *kring *kringg, beberapa menit kemudian Bu guru datang, dan menyampaikan informasi bahwa hari ini akan ada murid baru pindahan dari sekolah lain "Anak-anak ini dia murid barunya, silakan perkenalkan siapa namamu dan pindahan dari sekolah mana." Murid baru itu mengangguk ragu "Halo teman-teman perkenalkan nama saya Salsabila Nafaza, bisa di panggil juga Salsa, saya pindahan dari SMPN 1 Jakarta, terima kasih!" kata murid baru itu dengan malu-malunya. Akhirnya dia duduk sendiri di belakang, pelajaran pun dimulai dari pelajaran Pendidikan Agama Islam, dilanjut pelajaran matematika sampai berakhir pada pelajaran IPA . Murid baru itu bernama Salsabila, dari tadi diam terus dan tidak ada kata satupun yangg terucap, kami pun mulai penasaran.
Akhirnya jam yang di tunggu-tunggu yaitu jam pulang sekolah pun sudah tiba, terdengar bunyi *kring *kring * kring, kami pun sontak bersorak riang .
Saat di perjalanan pulang, murid baru itu sedang berjalan kaki, "Eh, yang di depan itu kan Salsabila murid baru di kelas kita? Ohh dia jalan situ juga ternyata," kata Zhafira. "udah kita temani saja kasihan dia jalan sendiri." Seru Rahma. "Yuk temenin." Aku menimpali. "Eh kamu Salsabila ya?" kataku sambil pegang pundaknya. "Iya...." ucap Salsa dengan senyum malu-malu "Sudah jangan malu lagian kita kan sama-sama teman dan yang pasti sesama manusia." canda Safira. "Ya, iyalah manusia masa kita disebut hewan, ngaco nih Safira." Rahma menyambar.
"Sudah-sudah, berisik, kalian itu bukannya nanya atau apalah ini malah ribut, "papar Aghnia menengahi. " Maafkan keributan kita ya Sal, hehe... biasa mereka sering ribut gak jelas kalau mereka gak ribut pasti garing dan sepi " kataku. "Iya tau kok Sya kita tuh memang tukang ribut tapi sekali kita gak ada pasti kita dikangenin ya, kan, hayoo jujur saja?" gurau Safira. Selama di perjalanan Salsa mulai akrab dan mulai sedikit berbicara, terlintas di pikiran Agnia ingin menanyakan sesuatu kepada Salsa.
"Oh ya Salsa, dari tadi kenapa kamu selalu saja diam selama di kelas, apa ada sesuatu yang membuatmu tidak ingin berbaur dengan yang lainnya?" tanya Aghnia, "Ya, dia diem karena pasti malulah secara baru masuk sekolah dan suasana baru yang berbeda suasanya dari sekolah dia sebelumnya, ya, kan Sal? masa kayak gitu aja gak tau sih Nia." Jawab Rahma. "Aku nanya ke Salsa bukan ke kamu Rahmaa " jawab Aghnia dengan gaya mata sinis "iya, memang benar kok salah satunya memang seperti apa yang diucap Rahma, tapi ada beberapa hal lain juga yang memutuskan Aku untuk pindah sekolah." jawab Salsa dengan raut muka yang seperti sedih. "jadi alasan Aku kenapa memutuskan pindah , karena selama Aku sekolah disana Aku sering di bully, jadi ayah dan bunda memutuskan untuk memindahkan Aku ke sekolah ini dan sekalian ayah kerja di Bandung " jawab Salsa, "Ooohhh gitu!!!" jawab kita kompak.
Setelah di perjalanan yang cukup lelah dan sangat menyengakan, penuh dengan gurauan dan cerita, langakah kitapun terhenti dan berpisah di perempatan jalan karena rumah kita berbeda arah "Ya sudah kita berpisah disini , sampai ketemu besok di sekolah teman-teman, jangan lupa bsk bawa alat solat karena besok pembiasaan, Assalamualaikum semua" ucapku."Walaikumsalam...." jawab mereka kompak.
Keesokan harinya kita sudah berada di sekolah semua siswa wajib melaksanakan solat duha berjamaah di lapangan , tetapi terlihat Salsa tidak mengikuti pembiasaan solat duha, dia diam di kelas. Selepas solat duha selesai pembelajaan pun di mulai seperti biasa, sampai jam istirahat bel berbunyi *kring *kring *kring.
Saat semua sedang makan bersama dengan bekal dalam misting dan tumbler, hanya Salsa yang tidak membawa makanan apapun dari rumahnya, Aku pun mendekatinya dan duduk di sebelahnya lalu bertanya. "Sal, kenapa kamu tidak membawa bekal dari rumah, apa kamu tidak lapar? Jika kmu mau boleh ambil saja makanan yang Aku bawa, kita makan bersama disana” Aku menawarkan." Maaf, Aku tidak bawa bekal, karena tidak biasa." kata Salsa sambil menatapku "Sal kamu harus belajar berbaur, jangan menyendiri saja, agar mereka kenal sama kamu, ayolah kamu bisa , gak usah malu ya?" katAku sambil bujuk Salsa. "Kamu baik sekali " Ucap Salsa lirih, lalu dia memelukku ,
Tiba tiba saat pulang sekolah, kita melihat keributan, seperti ada seorang perempuan yang sedang di interogasi oleh anak-anak nakal, kami pun mendekatinya "Ada apa, aya naon ini teh" kata Rahma sambil berkacak pinggang "eh, eh, eh itu Salsa kan?" dengan kagetnya Safira spontan berceloteh. "Apa yang mereka lakukan ke Salsa, cepat kita bantu" kata Khanza. Kita pun mendengarkan perbincangan mereka.
"Heyy lo anak baru sini ya, sejak kapan kau pindah, rasanya Aku baru liat kamu!" kata ketua dari gank bar bar itu. "mmm... ya Aku baru disini dua hari yang lalu" kata Salsa dengan raut muka yang cemas dan ketakutan. "Eitsss...kau sepertinya anak cupu " timpal anak lainnya. "Sekolah disini gak gampang, masa cewe cupu sekolah di sini , apa kata dunia? "
"stoppp Aldo!” (seketika hening) dan kalian berdua juga diam, puas kalian membully Salsa, percama kalian punya bibir! tapi hanya untuk berkata buruk kepada orng lain." kataku dengan nada tegas bercampur kesal. "gak ush ikut campur, mentang- mentang ketua OSIS " kata Rifki. "Eh Rif jangan seenaknga dong sama perempuan, harusnya malu dong, bentakin cewe " kata Khanza.
"Oh pantes dia kan bukan cowok, soalnya beraninya sma cewek, hahaha" kata Rahma sambil ketawa. "Udah diem kalau gini masalah gak akan selesai terus, semua orang itu sama, manusia di ciptakan untuk saling kerjasama, saling tolong menolong, bukan untuk saling membully kayak gini, gimana orang mau menghargai kamu kalau kamu kasar!" kataku. " Aku cuma mau memperingati aja jangan sampai kmu kayak gitu lagi, bisa-bisa Aku laporin kamu ke Guru BK dan Kesiswaan biar kmu di kasih sanksi, sudah melakukan bullying, mau kmu?" kataku menggertak.
"Eh kok gitu Sya, apa-apaan nih, ya udah teman-teman kita pulang bosen disini di bawelin mulu" kata Aldo ketua Gank siswa nakal itu, dan merekapun pergi meninggalkan tempat itu. "suruh siapa situ membully dapet apes kan bawelan Syasya"-dengan polosnya Safira menggerutu. Akhirnya masalahpun selesai dan kitapun pulang bersama sama dan beristirahat di rumah . Masalah hari itu dapat dilewati.
"Mmm kalian, gimana kalo Salsa kita ajak gabung bantu di OSIS saja, setuju gak, biar Salsa juga mengenal teman-teman di sekolah dan bisa akrab, biar dia gak malu-malu dan gak di bully terus, gimana mau gak? " tanyaku. "mmm boleh saja tuh Sya , ide bagus, bentar lagi kan mau ada kegiatan 17 Agustusan, semoga saja bisa bantu, kan makin banyak tenaga bantuan, kerjaan cepat selesai." jawab Safira.
Salsa pun menyetujui ide yang Aku lontarkan, kami pun bertambah personil baru, dan warna kami makin beraneka menambah corak dalam persahabatan yang menguatkan solidaritas di antara kami.
*******Tamat*******
Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Pandemi Covis-19 Melanda Dunia
- Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
- Puisi Siswa
- Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
- LIMA TIGA MENUJU ADIWIYATA PROPINSI
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online