Artikel
Puisi Ai Yunita
Tanggal : 28-11-2018 20:50, dibaca 433 kali.Kota Kecil Sarat Makna
(Ai Yunita)
Kala berpijak di teras batas kota
Tatkala senja menjemput sang rembulan, tercium hawa kerinduan
Disambut gemerlap sinar hamparan taman, bertajuk indahnya keagungan
Terlukis semburat biasan cahaya 99 nama Mu manjakan pandangan
Geliat pelaku malam meretas berjuta harap bermacam tujuan
Entah sekedar menyongsong petang, atau mengais pundi di bentangan trotoar
Itulah Cianjur, Kota kecil sarat makna dan untaian kenangan
Aroma kerinduan tanah kelahiran kian merasuk
Ditegur kokohnya lengkungan gapura penghubung kampung
Sayup-sayup alunan ayat suci terlantun dalam remang
Kala kunang-kunang menyapa aroma senja berganti malam
Kala rusuk tertusuk bau alam khas pedesaan
Terbentang jalanan lenggang seolah tak bertuan
Berjuta kenangan termaktub disana....
Disepanjang remang lalu lalang orang berjuta keramahan
Terukir senyum tanpa kemayaan semu, terpancar ketulusan tanpa alasan
Disanalah tempat raga ini bermetamorfosa.
Tanah kelahiran, menjadi saksi langkah ini tertatih hingga terlatih
Tak kan musnah dalam benakku, sekalipun raga ini terpaut jarak
Cianjur, Kota kecil sarat makna dan untaian kenangan
Bandung, 15 September 2018
Tak Seharmoni Pelangi
Ai Yunita
Paduan goresan warna pelangi menghipnotis
Elok beriringan walau tak identik
Beraneka tapi seirama
Kontras, namun selaras
Ah, andai seharmoni pelangi
Lesapkan keegoan dalam simfoni
Leburkan ambisi dalam satu misi
Mungkin mengalun bersinergi
Buahkan komposisi menginspirasi
Tapi sayang, tak seharmoni pelangi
Bandung, 08 Nopember 2018
Pagi (Di Jalan Cileunyi)
Karya Ai Yunita
Kala mentari menyapa pagi
Pejuang mimpi bergegas menyapa hari
Siap bergumul dengan kebisingan
Berlomba raih rongga ruas melintas
Dalam kepenatan karena tuntutan
Terlukis beragam ekspresi,
Terdengar lengkingan klakson bersahutan
Kadang terdengar teriakan, bahkan cucuran darah
Disitu kemanuasiaan kadang sirna
Terkalahkan keegoan tujuan ambigu
Demi berlari taklukan mimpi
Bandung, 08 Nopember 2018
Pengirim : Ai Yunita
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Pandemi Covis-19 Melanda Dunia
- Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
- Puisi Siswa
- Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
- LIMA TIGA MENUJU ADIWIYATA PROPINSI
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online