Artikel
Ibadah dan Akhlak
Tanggal : 13-11-2018 20:19, dibaca 426 kali.Ibadah dan Akhlak
Oleh Pulung Susiyono
Manusia adalah salah satu makhluk yang paling mulia di muka bumi bila dibandingkan dengan makhluk yang lain yang pernah diciptakan Allah di alam semesta ini. Di samping diciptakan sebagai kholifah atau pemimpin di muka bumi juga mempunyai misi tugas utama untuk beribadah kepada Yang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Namun seiring perjalanan waktu masih banyak manusia belum sadar akan hakekat hidup itu sesungguhnya untuk bribadah, bahkan berlomba-lomba sibuk hanya untuk urusan duniawi yang hanya sementara melupakan urusan ukhrowi yang kekal abadi.
Ibadah pada prinsipnya hanya dibagi menjadi dua bagian yaitu ibadah yang berhubungan langsung dengan Maha Pencipta seperti mengerjakan shalat, dan ibadah yang berhubungan tidak langsung seperti berbuat baik kepada sesama, hakekatnya merupakan ibadah juga.
Kecerdasan spiritual adalah salah satu kecerdasan manusia untuk mendekatkan diri dengan Maha Pencipta. Dengan kecerdasan spiritual maka akan terbentuk jiwa dan kesadaran akan tujuan hidup di alam fana ini, juga yang membimbing dan mengarahkan hidup tidak tersesat di jalan yang salah, tetapi hidupnya selalu di jalan yang benar sehingga semata-mata untuk mencari keridhoan Allah SWT sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan pada Nabi dan RosulNya.
Semua perbuatan baik akan menjadi nilai ibadah bila tidak meninggalkan ibadah yang inti atau pokok yaitu ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT, seperti yang tersirat dalam rukun Islam dan rukun Iman, sebaliknya jika perbuatan baik tetapi meninggalkan ibadah yang inti atau pokok maka perbuatan baik tersebut tidak bernilai ibadah, seperti berbuat baik dengan sesama, berakhlak baik, kepedulian sosial yang tinggi, akan tetapi meninggalkan ibadah yang inti atau pokok (habluminallah).
Baik dan buruknya manusia tergantung kepada prilaku atau akhlak yang dimilikinya. Manusia akan melakukan ibadah yang baik jika akhlaknya juga baik. Rosulullah pertama diutus ke dunia adalah untuk memperbaiki akhlak manusia, baru setelah itu mengajarkan ibadah-ibadah lainnya. Dengan demikian akhlak yang baik dapat mencerminkan bahwa ibadah juga baik.
Di jaman now ini, banyak terjadi degredasi moral atau akhlak seperti seorang anak yang sudah tidak hormat dan taat pada orang tua juga guru, berbicara kasar, saling membully sesama teman, banyak melakukan perbuatan asusila. Untuk menanggualngi hal tersebut maka pemerintah menerapkan pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan pendidikan karakter adalah SMPN 53 Bandung, yang menerapkan program pembiasaan setiap hari seperti melakukan shalat dhuha, membaca Al-Qur’an, membaca Asmaul Husna, dan kultum. Hal tersebut dilakukan untuk terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlakul karimah dan rajin beribadah, sehingga terciptanya generasi yang sholeh dan sholeha.
Bandung, 23 September 2018
Pengirim : Pulung Susiyono, S.Pd.
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Pandemi Covis-19 Melanda Dunia
- Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
- Puisi Siswa
- Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
- LIMA TIGA MENUJU ADIWIYATA PROPINSI
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online